Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Bule Kanada Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

20 September 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Bule Kanada Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Petugas kepolisian dan medis saat melakukan pemeriksaan jenazah bule asal Kanada di rumah kontrakannya di Dusun Luhur, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis. (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA- Bule asal Kanada bernama Luc Biloudeau, 60, membuat geger warga Dusun Luhur, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis,Senin (20/9). Luc ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka sayatan pada bagian tangan dan kakinya di kamar mandi rumah kontrakan milik I Wayan Sudiasna.

Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai, Kompol I Made Suadnyana mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh temannya bernama Sabrina Andrea, 40, warga negara Jerman sekitar pukul 09.00. Saat itu saksi syok melihat Luc dalam kondisi tak sadarkan diri dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya.

Peristiwa itu membuat Sabrina menghubungi salah seorang temannya Nisa Setiati untuk datang ke rumah korban. “Ketika ditemukan kondisinya sudah penuh luka dan dalam kondisi meninggal. Akhirnya dilaporkan ke Polsek Kawasan Padangbai,” kata Kapolsek.

Baca juga: Hari Ini, Jembrana Mulai Gelar PTM Terbatas Perdana Secara Serentak

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan tim Inafis Polres Karangasem dan tim medis, ditemukan sejumlah luka sayatan. Luka pada bagian lengan kanan dan kiri serta luka sayatan pada bagian kaki kanan dan kirinya. “Luka sayatan pada pembuluh darah lengan bagian kanan dan kiri serta kedua kakinya,” terang Suadnyana.

Hal itu diperkuat dengan temuan pisau cutter oleh aparat kepolisian. Kuat dugaan, korban mengakhiri hidup dengan menyayat beberapa bagian tubuh yang membuatnya kehilangan darah hingga berakibat pada kematian. “Dari informasi orang terdekat, korban ini menderita sakit saraf kejepit. Korban tidak sanggup menahan rasa sakit pascaoprasi. Hal itu juga diperkuat dengan temuan obat-obatan di kamar kontrakan korban,” terangnya.

Dari hasil olah TKP itu, petugas kepolisian juga menemukan surat yang ditulis tangan sebelum mengakhiri hidup. Inti dari surat itu adalah, korban meminta maaf kepada orang-orang terdekatnya. Selain itu korban yang mendiami rumah kontrakan itu sejak tahun 2014 silam juga mengungkapkan akibat sakit yang dialami membuatnya tidak bisa hidup normal dan tidak bisa jalan-jalan seperti dulu. Dalam surat itu juga ia mengungkapkan rasa sayang kepada saudaranya. “Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” tandasnya.

(rb/don/zul/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia