Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Banyak Jembatan di Jalan Denpasar-Gilimanuk Hampir Berusia Seabad

22 September 2021, 05: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Banyak Jembatan di Jalan Denpasar-Gilimanuk Hampir Berusia Seabad

Sejumlah kendaraan dialihkan menyusul adanya perbaikan jembatan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk (M.Basir)

Share this      

NEGARA– Jembatan yang berada di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk banyak yang sudah berusia tua.

Diantaranya, dua jembatan yang berada di kawasan hutan Klatakan, Sumbersari, Desa Melaya, tercatat dua jembatan tersebut sudah berusia hampir seabad, dibangun pada saat penjajahan Belanda.

Menurut informasi, dua jembatan yang saat ini sedang dalam proses perbaikan, dibangun sejak sebelum Indonesia merdeka.

Baca juga: Diguyur Hujan, Jalan Kabupaten Amblas

Jembatan sumbersari V dibangun tahun 1929 atau sudah berusia 92 tahun dan jembatan Awen III berusia lebih tua 95 tahun, dibangun tahun 1926.

Selama ini, jembatan jalan nasional tersebut hanya perbaikan pada bagian atas dengan penebalan aspal, tanpa perbaikan menyeluruh struktur jembatan.

Karena sudah ada kerusakan pada jembatan, dua jembatan diperbaiki.

Selain dua jembatan tersebut, sejumlah jembatan yang ada di Jalan Denpasar -Gilimanuk juga memiliki usia sudah senja.

Diantaranya jembatan yang berada di wilayah Jembrana, jembatan Melaya 1 dibangun tahun 1971, jembatan Maceti juga dibangun 1970. Meski sudah tua, kondisinya masih baik dan laik digunakan.

Sedangkan jembatan di wilayah Tabanan, jembatan Selabih lebih tua lagi dibangun 1970. Kemudian jembatan Yeh Lambuk dan Yeh Matan sudah berusia 91 tahun karena dibangun pada tahun 1930 dan jembatan Yeh Otan dibangun tahun 1958, usianya saat ini 63 tahun.

Meski jembatan dari segi usia sudah tua, karena masih dinilai layak untuk digunakan, masih belum dilakukan perbaikan.

“Selama masih dinilai laik, struktur bangunan masih kokoh tetap digunakan,” ujar Yoni Satya, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cekik- Batas Kota Tabanan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jawa Timur Bali.

Menurutnya, selain jembatan yang sudah berusia tua bisa jembatan yang sempit akan diusulkan untuk perbaikan. Karena jembatan dulu dibangun hanya untuk kendaraan yang kecil. Umumnya jembatan yang usianya sudah tua, rata-rata lebih sempit.

 “Kami sudah mengusulkan jembatan yang sempit. Untuk diperbaiki. Karena pertimbangan anggaran, penggantian jembatan dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Sementara itu, selama pembongkaran jembatan yang sudah berusia hampir seabad dan proses pembangunan jembatan baru, di dua titik jembatan Desa Melaya, arus lalu lintas sementara dialihkan melalui jembatan sementara. 

(rb/bas/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia