Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Dana Isoter Habiskan 400 Juta Lebih

24 September 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Dana Isoter Habiskan 400 Juta Lebih

Plt Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa. (Zulfikar Rahman/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA- Kasus Covid-19 di Karangasem mulai menunjukkan tren penurunan. Bahkan saat ini Karangasem turun menjadi level 3 dan berada di zona kuning. Terhitung sejak tanggal 19 September, jumlah pasien positif yang menjalani isolasi terpusat (Isoter) tinggal 20 orang. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Kamis (23/9).

Arimbawa mengungkapkan, dari 20 pasien yang masih menjalani isoter tersebar di 13 tempat. Seperti hotel, villa, hingga gedung SKB Jasri yang telah disiapkan oleh Pemkab Karangasem. “Tinggal 20 orang. Artinya terjadi penurunan daratis, semoga ini bisa terus menurun sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjalani isoter maupun isoman,” ujar Arimbawa.

Sementara untuk dana yang dihabiskan selama proses isoter itu, realisasi tahap pertama mencapai Rp 237 juta lebih. Jumlah itu meliputi biaya sewa hotel. Sedangkan untuk biaya makan dan minum mencapai Rp 199 juta lebih. “Setiap pasien dianggarkan Rp 300 ribu per hari. Itu termasuk sewa hotel Rp 200 ribu, fasilitas hotel laundry.

Baca juga: Longsor, Akses Ke Tempat Suci Terganggu

Sementara untuk minum dianggarkan Rp 100 ribu per pasien. Jadi totalnya Rp 300 ribu untuk satu pasien,” terangnya.

Pejabat asal Buleleng ini menambahkan, selain menganggarkan biaya operasional isoter, BPBD juga menganggarkan pembelian sarung tangan karet senilai Rp 4 juta lebih. “Itu untuk keperluan pemakaman pasien yang positif. Semua anggaran bersumber dari dana belanja tak terduga yang diamprah dari BPKAD,” terangnya.

BPBD juga meminta anggaran lebih dari realisasi awal untuk penanganan Covid-19. Ini mengingat, BPBD sebagai dinas terkait kebencanaan selalu mengacu pada kemungkinan terburuk.

Untuk kapasitas isoter sendiri dari 13 tempat yang disediakan memiliki kapasitas 344 bed. Meski kasus sudah turun, BPBD tetap akan mempersiapkan ketika kembali terjadi lonjakan kasus karena pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi akan berlangsung sampai kapan.

Dari belasan tempat isoter saat ini, ada beberapa yang terisi dan ada beberapa tempat yang kosong. “Nanti kami maksimalkan. Ketika tempat isoter hanya diisi satu sampai dua pasien nanti akan kami fokuskan dalam satu tempat. Dengan begitu biaya bisa ditekan,” tukasnya.

(rb/zul/don/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia