Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Rapat Cuma 2 Jam, Golkar - Nasdem Tolak Pengesahan Ranperda APBD 2022

24 November 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Rapat Cuma 2 Jam, Golkar - Nasdem Tolak Pengesahan Ranperda APBD 2022

Ketua Fraksi Golkar I Made Asta Dharma (kanan) dan Ketua Fraksi Nasdem, Ida Ayu Ketut Candrawati. (JULIADI/ RADAR BALI/ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN – Pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 di Kabupaten Tabanan ditolak dua fraksi di DPRD Tabanan. Yakni Fraksi Golkar dan Fraksi Nasdem. Hanya Fraksi PDIP yang menyetujui.

Ketua Fraksi Golkar I Made Asta Dharma mengatakan pembahasan Ranperda tentang APBD 2022 di Kabupaten Tabanan tidak wajar. Karena pembahasannya sangat singkat. Secepat kilat.

“Masa cukup dalam waktu dua jam rapat kerja Badan Anggaran DPRD Tabanan dengan TAPD yang dilaksanakan Senin (22/11), kemudian Selasa langsung pengesahan dalam rapat paripurna,” ungkap pria yang juga Sekretaris Partai Golkar Tabanan.

Baca juga: CATAT! Fenomena La Nina Diprediksi hingga Februari 2022

Asta Dharma menyatakan, saat itu pihaknya jelas melakukan penolakan. “Namun penolakan kami tidak akomodir,” katanya.

Maka dari itu melihat kondisi Tabanan saat ini Fraksi Golkar menolak tegas Pengesahan ranperda tentang anggaran pendapatan belanja daerah tahun anggaran 2022 di Kabupaten Tabanan.

Asta Dharma pun menjelaskan, beberapa pertimbangan penolakan Fraksi Golkar anatara lain proses perencanaan dan penganggaran harus sesuai peraturan perundang-undangan.

Selain itu, usulan dalam proses perencanaan harus berasal dari masyarakat melalui Musrembang dan perencanaan dan pengangaran berasal dari perangkat daerah dan anggota DPRD berupa pokok-pokok pikiran hasil reses disampaikan sebelum RKPD ditetapkan dan mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah.

“Dengan tidak ada kejelasan yang pasti tentang pokok-pokok pikiran dari fraksi Golkar DPRD Tabanan yang tidak diakomodir soal pandangan RAPBD tahun anggaran 2022. Kami tegas menolak pengesahan ranperda tentang anggaran pendapatan belanja daerah tahun anggaran 2022 di Kabupaten Tabanan,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Fraksi Nasdem Ida Ayu Ketut Candrawati. Ida Ayu Candrawati menyebut sejatinya sejumlah pandangan Fraksi Nasdem  sudah sampaikan dalam sidang. Sayangnya tidak dijawab spesifik soal Ranperda APBD 2022.

“Kita ingin kejelasan yang sesuai dengan yang mengakomodir kepentingan masyarakat Tabanan. Tapi tidak diakomodir, dijawab secara global tidak spesifik sekali. Yang menyetujui hanya fraksi PDIP. Kita ingin transparan dan benahi Tabanan,” tandasnya. 

Meskipun terjadi penolakan rapat paripurna ke-17 tetap dijalankan, Selasa (23/11) melalu zoom meeting tanpa melalui proses akomodir padangan-padangan dari Fraksi Golkar dan Nasdem.  Dalam rapat paripurna tersebut disetujui pendapatan daerah sebesar Rp 1.738.876.032.211. Sedangkan belanja daerah disepakati Rp 1.763.676.032.211.

Sehingga APBD Tabanan mengalami defisit Rp24.800.000.000. Untuk menutupi defisit tersebut ditutup dari pembiayaan netto sebesar Rp24.800.000.000.

Baca Juga: Fraksi Golkar-Nasdem Tabanan Tak Ikut Campur Bila Jadi Temuan KPK

(rb/jul/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia