Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Polemik Mega Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk

Dituding WALHI Bali Menyesatkan, Gung Adhi: Kok Dibalik-Balik?

25 November 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Dituding WALHI Bali Menyesatkan, Gung Adhi: Kok Dibalik-Balik?

Direktur WALHI Daerah Bali I Made Juli Untung Pratama, SH., M.Kn, (kiri); Ketua Komisi III DPRD Bali AAN Adhi Ardhana (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Tudingan memberi informasi sesat dan tantangan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Bali I Made Juli Untung Pratama, SH., M.Kn, yang ditujukan kepada Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardana akhirnya menuai respon.

Tantangan pihak WALHI Bali itu, yakni terkait statemen Gung Adhi_ sapaan AAN Adhi Ardhana terkait unggahannya di akun media social (medsos) facebook tentang mega proyek Tol Gilimanuk-Mengwi pada 3 November 2021 lalu.

Inti unggahan, Gung Adhi menyatakan bahwa proyek jalan tol dari Gilimanuk-Mengwi tidak ada persawahan yang terputus baik air irigasinya maupun jalan pertanian dengan sistem talang (atas) untuk dialiri air maupun dilalui warga dengan roda dua dan tidak ada pura atau beji atau area suci/adat yang terpisah dalam suatu kawasan.

Baca juga: Tertimbun Material Longsor, Akses Jalan di Pekutatan Dialihkan

Sedangkan  atas ungahan Gung Adhi itu, Untung menegaskan berdasarkan hasil riset yang dilakukan Walhi Bali, ditemukan fakta bahwa lahan sawah yang diterabas oleh proyek tol Gilimanuk – Mengwi seluas 480,54 Ha, dengan 98 subak yang terancam hilang akibat proyek tersebut.

Jika dikomparasikan dengan data daya dukung dan daya tampung Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (P3E Bali Nusra), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terilhat bahwa rencana pembangunan Jalan Tol tersebut masuk pada wilayah jasa penyediaan pangan dengan klasifikasi sedang hingga sangat tinggi, atau termasuk pada area lahan produktif.

Selain itu, berdasarkan data dari KA ANDAL rencana proyek tol Gilimanuk - Mengwi, sedikitnya ada 15 jalur irigasi yang diterabas oleh Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi.

Atas data WALHI tersebut, Untung menyayangkan dan meragukan kapasitas Adhi Ardana sebagai Ketua Komisi III DPRD Bali karena memberikan pernyataan tidak ada persawahan dan saluran irigasi yang terputus akibat dari Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi tanda didasari dengan data-data.

“Pernyataan Adhi Ardana berpotensi menyesatkan masyarakat,” tegas Untung.

 Nah atas pernyataan Untung, Gung Adhi yang dikonfirmasi justru heran dengan pihak WALHI Bali. Sebab, Gung Adhi menilai apa yang disampaikan WALHI Bali tersebut justru salah sangka.

Menurutnya, apa yang ditulisnya adalah sebuah permintaan sebagai Ketua Komisi saat bertemu dengan pihak kementerian dan didampingi Dinas PUPR.

"Kok dibalik-balik. Dan hasil dari penyampaian kami diterima pihak kementerian dan menjadi bahan selanjutnya dalam mendisain dan merencanakan jalan tol tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (25/11/2021).

Dalam status tersebut, dijelaskan oleh Gung Adhi bahwa ia meminta agar dalam pembangunan proyek tersebut untuk tidak ada lahan yang terisolir ataupun terputus akibat dilintasi jalan tol dengab upper pass pada akses2 (jalan) awal.

Tidak ada persawahan yang terputus baik air irigasinya maupun jalan pertaniannya dengan sistem talang (atas) untuk dialiri air maupun dilalui warga dg roda dua.

Tidak ada Pura atau Beji atau area suci/adat yg terpisah dalam suatu kawasan.

Berkeadilan sesuai perundangan yang berlaku dalam ganti untung lahan.

Pelaksanaan serta operasional nantinya harus melibatkan perusahaan konstruksi dan warga lokal.

Dan Gerbang-gerbang Tol harus betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan serta rencana tata ruang wilayah masing kabupaten.

Artinya sebuah permintaan dan secara persepsi sama dong dengan kemauan pihak WALHI?

"Ya iya toh. Kami menekankan hal itu ke pihak kementerian sebagai yang memiliki kegiatan. Belum lagi kami sampaikan menyelesaikan kajian amdal yang tentunya nanti di uji publik," ujarnya.

Diketahui, WALHI Bali sebelumnya berprasangka buruk terkait Gung Adhi. Direktur WALHI I Made Juli Untung Pratama, SH., M.Kn, menggelar konferensi pers yang meminta Gung Adhi untuk membuktikan pernyataan tersebut karena dinilai dapat menyesatkan masyarakat.

Bahkan bila tidak dapat membuktikan dan membuka datanya, Gung Adhi diminta dalam kurun waktu 3x24 untuk meminta maaf ke publik.

Sementara itu, Gung Adhi menegaskan apa yang ditulis adalah permintaan kepada pihak proyek, bukan pernyataan.

(rb/ara/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia