Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Dampak Hujan Lebat di Jembrana Bali

Sungai di Jembrana Meluap, Pesisir Pantai Dipenuhi Sampah Kiriman

25 November 2021, 18: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Sungai di Jembrana Meluap, Pesisir Pantai Dipenuhi Sampah Kiriman

LAUTAN SAMPAH: Sejumlah sampah kiriman yang mengotori di sekitar pesisir pantai di kawasan Jembrana, Bali. (Istimewa)

Share this      

NEGARA-Tingginya curah hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir di Kabupaten Jembrana berdampak pada meluapnya sejumlah sungai.

Akibat meluapnya sungai, selain rawan menimbulkan banjir, dampak lain dari meluapnya sejumlah sungai itu juga mengakibatkan banyak sampah seperti sampah plastic, potongan kayu besar yang hanyut dan mengotori pantai.

Seperti yang terjadi di pesisir pantai di kawasan Banjar Tebing, Desa Cupel, Kecamatan Negara.

Baca juga: Ditolak Golkar dan Nasdem, Ketua DPRD Tabanan: Itu Hak Mereka!

Selain memenuhi pinggiran laut, sampah kayu, plastic dan lain-lain itu juga merusak keindahan pantai.

Bahkan saking banyaknya, sampah kiriman itu sampai memenuhi area pesisir lautan.

Tumpukan sampah tersebut menurut warga, sudah sering terjadi ketika musim hujan.

Hanya saja bedanya, baru saat ini volume sampah sangat banyak. Baik sampah di sekitar pesisir pantai maupun sampah-sampah yang terbawa ke tengah laut.

Tumpukan sampah juga ada di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sampah potongan ranting dan batang kayu bercampur sampah plastik di pesisir pantai dan tengah laut.

Karena banyak sampah tersebut, warga yang akan beraktivitas di pantai kecewa.

Padahal, setiap sore banyak warga yang datang ke pantai bersama keluarga untuk rekreasi dan mandi. "Karena kotor, banyak yang tidak jadi mandi di pantai," ujar salah seorang warga.

Sampah kiriman yang menumpuk di pesisir pantai tersebut diakui warga, akibat dampak hujan deras yang menyebabkan meluapnya sungai.

Aliran sungai membawa sampah kayu dan plastik hingga ke laut.  "Kemungkinan karena hujan berapa hari kemarin. Akibatnya pengunjung berkurang, karena banyaknya tumpukan sampah di pantai," kata Ba'ang, salah satu warga Desa Cupel.

Warga berharap, ada petugas kebersihan dan pihak terkait yang bisa bantu menangani persoalan sampah ini.

"Mudah-mudahan ada penanganan cepat dari pemerintah, agar bisa normal kembali " pungkasnya. 

(rb/bas/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia