Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Usai Dibatalkan, Sampai Sekarang, Jembrana Belum Tetapkan UMK 2022

26 November 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Usai Dibatalkan, Sampai Sekarang, Jembrana Belum Tetapkan UMK 2022

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Komang Suparta (Dok Radar Bali)

Share this      

NEGARA–Rekomendasi upah minimum kabupaten (UMK) Jembrana tahun 2022, hingga batas akhir penyerahan rekomendasi kepada provinsi Bali, Kamis (25/11) belum ada kepastian.

Sedangkan kenaikan UMK yang disepakati sebelumnya, dinilai tidak sesuai dengan norma aturan untuk menentukan UMK.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Komang Suparta mengatakan, sesuai dengan surat dari dinas ketenagakerjaan dan energi sumberdaya mineral Provinsi Bali, dalam menetapkan UMK tahun 2022, perhitungan nilai UMK tahun 2022 wajib menggunakan formula upah sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca juga: Meliani, Anggota FPG Membelot dari Tolak Ranperda APBD Tabanan 2022

“Karena wajib menggunakan norma aturan PP 36, kesepakatan sebelumnya tidak bisa direkomendasikan,” jelas Suparta

Dalam surat provinsi Bali, lanjutnya, bahwa penyampaian rekomendasi bupati menganai rekomendasi UMK tahun 2022 paling lambat disampaikan ke Disnakeresdm Provinsi Bali paling lambat tanggal 25 Nopember 2021.

“Semestinya hari ini terakhir menyampaikan rekomendasi ke provinsi,” ujarnya.

Karena rekomendasi penetapan UMK hasil pembahasan sebelumnya bersama Apindo dan serikat pekerja dinilai tidak sesuai norma, semestinya menggelar rapat lagi bersama dewan pengupahan untuk menghitung dan menetapkan UMK Jembrana yang sesuai dengan formula yang diatur.

“Kami sudah berupaya mengundang Apindo dan serikat pekerja untuk membahas lagi, tetapi pihak serikat pekerja tidak bisa dihubungi,” terangnya.

Karena hingga batas akhir penyerahan rekomendasi kemarin tidak ada pembahasan lagi bersama Apindo dan serikat pekerja, maka pemerintah kabupaten melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana akan membuat rekomendasi UMK sesuai formula yang ditentukan.

Sesuai dengan formula yang sudah disimulasikan sebelumnya, maka kenaikan UMK dengan menghitung melalui rumus yang telah ditentukan dengan pedoman inflasi 1.40. 

Sehingga UMK Jembrana tahun 2022 sebesar Rp 2.563.363,76, naik sebesar 0,24 persen atau Rp 6,261,59 dari UMK sebelumnya Rp 2.557.102,17.

“Kami akan sampaikan rekomendasi UMK Jembrana sesuai yang disimulasikan awal,” ujarnya.

Apabila nantinya rekomendasi UMK Jembrana tahun 2022 yang sesuai dengan formula diatur PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan tidak disahkan oleh Gubernur Bali, maka UMK Jembrana tahun 2022 menggunakan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 yang sudah ditetapkan Rp 2.516.971,00.

Karena itu, pihaknya berharap UMK Jembrana tahun 2022 yang ditetapkan Gubernur Bali, sesuai dengan rekomendasi terakhir dengan kenaikan sebesar Rp 6,261,59, sehingga UMK Jembrana Rp 2.563.363,76.

“Kami berharap rekomendasi kami disetujui. Karena kalau menggunakan UMP lebih rendah dari UMK tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, UMK Jembrana tahun 2022 yang disepakati naik 0.92 persen atau naik Rp 36 ribu dari tahun lalu, menjadi Rp 2.580.627,00, dibatalkan karena tidak sesuai formula yang diatur PP 36 tahun 2021. 

(rb/bas/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia