Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Penerbangan Ditunda, PCR Hangus, Penumpang Lion Air Asal Bali Ngamuk

Marah Gegara Maskapai Tak Mau Ganti Rugi PCR

27 Juli 2021, 02: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Penerbangan Ditunda, PCR Hangus, Penumpang Lion Air Asal Bali Ngamuk

Ilustrasi (Dok Radar Bali)

Share this      

BADUNG-Calon penumpang Maskapai Lion Air dengan tujuan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali menuju Bandara Hassanudin, Makassar, Senin (26/7) ngamuk.

Mereka diantaranya adalah Ferdinando Seferi dan Hilda Puranma Janiarti. Kedua calon penumpang ini marah besar setelah jadwal penerbangannya mendadak dibatalkan sepihak dan ditunda (di-reschedule) pihak maskapai.

Sesuai informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, rencananya kedua penumpang ini akan terbang dari Bali menuju Ujung Pandang, Makassar, pada Senin tanggal 26 Juli 2021 pukul 14.10 WITA dan tiba di Makassar pukul 15.30 WITA.

Baca juga: Tak Layak, Tabanan Stop Isolasi Terpusat di Mes Diklat Pramuka

Sesuai persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDL) saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, keduanya mengaku telah mengantongi bukti hasil test Swab PCR dengan hasil negative.

Bahkan keduanya juga telah tiba di terminal keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai Tuban, Kuta, Badung.

Namun, tiba-tiba, pihak maskapai memberikan informasi mendadak terkait penundaan penerbangan dengan alasan PPKM diperpanjang.

"Keberangkatan saya semestinya tanggal 26 hari ini. Ada dua orang dengan jam keberangkatan pukul 14.10 WITA dari Bali ke Makassar. Sampai di bandara tiba-tiba ditunda besok. Padahal PCR berlaku sampai 26 Juli pukul 20.00 WITA,”terang Ferdinando.

Nah terkait penundaan jadwal penerbangan, Ferdinandi pun kemudian meminta solusi dari pihak maskapai. Ia meminta solusi terkait batas masa berlaku test PCR.

“Saya minta solusinya, bahwa saya minta bagaimana solusi terbaik persoalan ini. Banyak warga protes karena PCR habis masa berlaku hari ini. Saya minta solusi pihak Lion Air perpanjangan PCR karena alasannya urus tiket. Banyak warga yang meminta solusi, biayanya mahal Rp 900 ribu dan keluarnya lama satu hari. Kalau Rp 1.200.000 keluar 5 jam. Ada dua harga hasil yang sama beda waktu saja," ujar Ferdinando. 

Selanjutnya, meski telah diprotes, namun akhirnya penundaan penerbangan tak mendapat solusi dari pihak maskapai. Bahkan Ferdinando menilai, akibat keputusan sepihak, banyak penumpang yang dirugikan dengan alasan tidak jelas.

“Kami dan para penumpang lain jujur sangat dirugikan. Apalagi untuk tes PCR juga tidak murah. 

(rb/feb/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia