Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar
Dari Bentrok Mahasiswa Papua Vs PGN di Bali

Mahasiswa Papua juga Bentrok dengan Ormas Keris Bali

02 Desember 2021, 07: 29: 14 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Mahasiswa Papua juga Bentrok dengan Ormas Keris Bali

Sekelompok massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali dihadang ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Keris Bali di Jalan Raya Puputan, Renon, Rabu (1/12). (IST)

Share this      

DENPASAR – Bentrok yang terjadi saat aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Renon, Denpasar ternyata tak hanya melibatkan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN). Ternyata, bersama PGN juga ada ormas Keris Bali.

Diketahui, aksi itu dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua. Bentrok terjadi karena massa aksi dihadang Ormas Patriot Garuda Nusantara dan Ormas Keris Bali.

Peristiwa yang memakan banyak korban luka-luka ini berlangsunh di depan Casa Bunga, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Rabu (01/12). 

Untuk diketahui, bentrok itu berawal dari puluhan mahasiswa menggelar demo dengan cara berjalan kaki dan mobil mengarah ke bundaran Renon, Denpasar Timur. Aksi unjuk rasa ini dalam rangka memperingati 60 tahun deklarasi Kemerdekaan Papua Barat, juga meminta menarik pasukan TNI/Polri. Pendemo juga menceritakan adanya pelanggaran HAM oleh TNI/Polri, serta meminta agar Otonomi Khusus (Otsus) Papua dicabut. 

Hanya saja, aksi demo ini memantik keresahan dari anggota PGN dan Keris Bali yang sudah stand by melakukan penghadangan di Jalan Raya Puputan, Renon. Mereka meminta mahasiswa pendemo untuk membubarkan diri. 

Baca juga: Akibat Bentrok AMP Vs PGN, Belasan Mahasiswa Papua Luka-Luka

Situasi kian memanas setelah para mahasiswa menolak. Keributan pun terjadi. Aparat kepolisian Polsek Denpasar Timur dan Polresta Denpasar terlihat mengamankan jalannya aksi demo. Namun tak membubarkan massa penghadang.

Akibatnya, aksi bentrok pun pecah di tengah pengawalan polisi. Kedua belah pihak berkelahi saling pukul dan menggunakan bambu.



Bahkan hujan batu terjadi di tengah jalan. Akibatnya pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi ketakutan dan menghindari lokasi bentrok. Polisi berusaha melerai dan meminta kedua belah pihak untuk menghentikan bentrok, tapi tidak digubris. 

Tidak sedikit korban yang mengalami luka-luka akibat insiden bentrok yang berlangsung hampir 20 menit.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi membenarkan bahwa bentrokan terjadi antara massa pendemo dari AMP Bali dengan ormas PGN dan Keris Bali.

"Ya, aksi demo terjadi saling lempar batu dan saling pukul dengan bambu antara masa AMP dengan Ormas Patriot Garuda Nusantara dan Ormas Keris Bali," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi.

Menurut Sukadi, kedua belah pihak mengalami luka. Kata dia, puluhan anggota ormas PGN terkena lemparan batu dan bambu. Namun, Sukadi belum mengetahui jumlah korban luka dari para mahasiswa Papua. Walau begitu, Ketua AMP Bali, Yesaya Gobay sebelumnya menyebut ada 12 anggotanya yang terluka akibat penghadangan yang berujung bentrokan tersebut.

---

Berita ini mendapat koreksi dan tanggapan dari Keris Bali. Wakil Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) AA Gde Suryawan Sabtu (4/12) menjelaskan bahwa Keris Bali bukan berbentuk organisasi kemasyarakatan (ormas), melainkan berbentuk yayasan. Yakni Yayasan Kesatria Keris Bali. AA Gde Suryawan juga menegaskan, Keris Bali tidak terlibat bentrok dengan AMP, sedangkan yang bentrok adalah massa dari AMP dengan PGN. Tanggapan selengkapnya tertuang dalam berita berjudul ini: Keris Bali Bukan Ormas, Tapi Yayasan Dan Tidak Bentrok Dengan AMP.

(rb/dre/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia