Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Tim Yustisi Badung Gencarkan Pengawasan Tempat Wisata dan Sekolah

Untuk Menyambut Penerbangan Internasional

11 Oktober 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Tim Yustisi Badung Gencarkan Pengawasan Tempat Wisata dan Sekolah

Sidak Prokes Tim Yustisi Kabupaten Badung menyasar tempat wisata. (IST)

Share this      

MANGUPURA - Sesuai rencana pemerintah pusat membuka penerbangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 14 Oktober mendatang. Artinya keran pariwisata juga terbuka lebar. Tim Yustisi Badung juga mulai menggencarkan pengawasan  objek wisata. Selain itu juga pengawasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) siswa.

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara juga menyambut baik atas rencana pemerintah pusat membuka penerbangan internasional tersebut. Pihaknya juga optimistis atas pembukaan ini. Hal ini dilihat dari tren kasus Covid-19 di Badung terus mengalami penurunan.

“Kami optimistis dan kasus di Badung juga terus menurun,” terang Suryanegara dikonfirmasi, Minggu (10/10).

Baca juga: Ketahuan Wisman Keluyuran Keluar Hotel saat Dikarantina, Izin Dicabut

Sejalan dengan itu, Tim Yustisi dan stakeholder terkait atas pembukaan pariwisata ini juga telah menyiapkan diri. Mulai dari menggencarkan pengawasan di objek pariwisata dan juga tempat-tempat keramaian.

“Pengawasan disiplin prokes kami lakukan tiga kali dalam sehari. Pengawasan kita prioritas di tempat-tempat pariwisata,” bebernya.

Selain pengawasan tempat pariwisata, pengawasan di sekolah yang menyelenggarakan PTM juga diawasi dengan ketat. Bahkan juga terus dilakukan evaluasi sehingga nantinya PTM ini tidak terjadi klaster baru.

“Pengawasan PTM juga kita gencarkan,” bebernya.

Sementara untuk pelanggar prokes dalam seminggu ini juga terjadi penurunan.  Teguran lisan untuk sanksi perorangan berjumlah 154 orang dan tidak ada saksi teguran tertulis maupun denda. Sementara sanksi teguran lisan pelaku usaha berjumlah 156 tempat usaha dan ada 4 tempat usaha yang mendapat teguran tertulis.  Jadi jumlah pelanggaran perorangan maupun usaha dalam sepakan ini total 323 pelanggar.

“Pelanggaran dalam seminggu ini terjadi penurunan. Kualitas pelanggarannya dominan mereka tidak memakai masker dengan benar,” pungkasnya.

(rb/dwi/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia