Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

CATAT! Disdikpora Minta Sekolah Tak Mewajibkan Siswa Beli Seragam Baru

17 Oktober 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

CATAT! Disdikpora Minta Sekolah Tak Mewajibkan Siswa Beli Seragam Baru

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

MANGUPURA - Di masa pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi keuangan daerah di Kabupaten Badung. Bahkan program seragam gratis sementara ditunda pelaksanaanya karena fokus dalam penanganan Covid-19. Namun, saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Badung sudah dimulai.

Kini muncul masalah baru, karena ada orang tua mengeluhkan sekolah mewajibkan siswa untuk membeli seragam dengan menandatangani surat pernyataan.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung tegas meminta sekolah tak boleh ambil alih menangani seragam, melainkan menyarankan urusan seragam langsung diserahkan kepada orang tua.

Baca juga: Perda RDTR Diganti Perbup, Dewan Khawatir Penyerobotan Jalur Hijau

Plt Kepala Disdikpora Badung, Made Mandi tak menampik bahwa ia sudah beberapa kali mendapat informasi dan juga keluhan orang tua perihal seragam sekolah. Bahkan hal ini juga sudah ditindaklanjuti dengan merapatkan semua kepala sekolah.

Terlebih di masa perekonomian yang serba sulit ini sesuai arahan Pimpinan dalam hal ini Bupati Badung, siswa tidak diperbolehkan menggunakan pakaian sementara.

“Kita upayakan sekolah jangan ambil peran disitu. Kalau ada rapat orang tua dan meminta tolong kepada sekolah dengan membuat surat pernyataan  itu misalnya ya silahkan tapi jangan kesan memaksa,” beber Mandi dikonfirmasi, Sabtu (16/10).

Lebih lanjut, dalam persiapan menyambut PTM sebelumnya Disdikpora Badung juga sudah mewanti-wanti kepada sekolah perihal seragam sekolah ini.

 “Tentunya kami di Dinas akan upayakan perihal seragam ini. Mudah-mudahan perekonomian kita cepat pulih. Namun kalau ada orang tua ingin membelikan pakaian anaknya itu juga dipersilahkan, “ jelasnya.

Masalahnya ketika mulai PTM kadang siswa juga ingin menggunakan seragam sekolah. Tentu mereka juga meminta kepada orang tua. Kemampuan ekonomi orang tua juga berbeda-beda, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. “Kami imbau kepada masyarakat mari sama-sama memahami, sekolah juga jangan paksa untuk itu. Kita sarankan orang tua beli pakaian, ” pungkasnya.

(rb/dwi/don/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia