Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar
Sisi Lain Para Pengacara di kota Denpasar

Pakaian Berwarna-Warni tapi Hindari Ungu

18 Oktober 2021, 06: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Pakaian Berwarna-Warni tapi Hindari Ungu

Bernadin dengan pakaian serba birunya di Kejari Badung, pekan lalu. (Istimewa)

Share this      

Banyak cara dilakukan advokat untuk mem-branding dirinya. Misalnya Hotman Paris

yang lekat dengan image glamour. 

Di Bali, ada Bernadin yang “eksentrik”. Ia senantiasa

Baca juga: Wisata Internasional Dibuka, Koster Minta Warga Bali Tertib Prokes

memakai baju, celana, tas, sepatu, hingga pakaian dalam sewarna.

MAULANA SANDIJAYA, Mangupura, Radar Bali

SEMUA mata di Kejari Badung tertuju pada sosok Bernadin. Ke mana pun ia melangkah

ditatap dan dilirik orang. Kebetulan pekan lalu Bernadin sedang mendampingi kliennya

menjalani sidang virtual dari Kejari Badung.

Wajar jika semua pasang mata menatap ke arah pengacara 54 tahun itu. Ini karena

penampilannya berbeda dari yang lain. Ia mengenakan pakaian serba biru.

Sepatu biru, dasi biru, dan celana biru. Kemeja dengan bordiran gambar kepala singa juga

warna biru. Setali tiga uang, tas yang ditentengnya juga warna biru.

Meski menjadi sorotan, Bernadin tetap santai. Tidak salah tingkah. Ia juga tidak keberatan

saat koran ini mencoba mengulik alasanya memakai pakaian satu warna. “Ini kaus dalam

saya juga biru,” ucapnya sambil membuka kancing baju.

“Maaf, celana dalam saya juga biru, kalau tidak percaya bisa saya buka,” kelakarnya.

Lawyer asal Palembang itu mengungkapkan alasan dirinya selalu memakai baju serba satu

warna. Bernadin mengaku kebiasaan tersebut didapat dari sang ayah.

Sejak kecil, dari enam saudara hanya dia yang mengikuti kebiasaan ayahnya. Setiap hari

ganti warna yang senada. Dan, kebiasaan tersebut kini menurun ke anak sulungnya.

Berapa banyak punya setelan baju satu warna? “Banyak banget. Di rumah ada tiga lemari

penuh. Ada warna merah, putih, kuning, dan warna-warna lainnya,” tuturnya.

Selain baju, ia juga mengoleksi koper. Jadi, saat berpergian, koper yang dibawa warnanya

sama dengan setelan bajunya. Warna kacamata yang dikenakan juga sewarna.

Meski memiliki puluhan pasang pakaian senada, ada dua warna yang dihindari Bernadin.

Yakni warna merah muda dan ungu. Pria kelahiran 13 Agustus 1967 itu tidak suka warna

pink karena ada anggapan warna feminism.

“Kalau ungu tidak tahu kenapa, gak suka saja. Mungkin karena ungu identik dengan warna

janda,” selorohnya.

Ditanya apakah ada hari tertentu harus menggunakan pakaian warna khusus, Bernadin

mengatakan tidak ada kaitan antara hari dengan warna.

Pun saat ditanya apakah warna berkaitan dengan suasana hati, misal sedang bahagia

memakai warna cerah, Bernadin juga menyatakan tidak ada hubungan antara suasana hati

dengan warna pakaian.

“Saya pakai pakaian sesuai keinginan saya hari itu. Pingin pakai warna merah, biru, atau

lainnya,” jelas pengacara yang berkantor di bilangan Jalan Mertanadi, Kerobokan, Badung,

itu.

Yang menarik, Bernadin tidak asal mengenakan pakaian satu warna. Ada warna yang tidak

bisa diseragamkan, terutama warna cerah. Misalnya warna merah. Menurutnya tidak

mungkin dari ujung kaki sampai kepala warna merah semua. “Saya bisa dikira lampu

merah nanti,” gurau bapak dua anak itu.

Agar tidak kontras saat memakai warna cerah, ia menyiasatinya dengan mengombinasikan

warna netral. Misalnya warna merah dipadukan dengan warna hitam.

Meski koleksi pakaiannya seabrek, Bernadin mengaku tidak sembarangan membeli baju.

Ia hanya membeli pakaian dan aksesoris yang nyaman dipakai. Dia punya toko langganan.

Bernadin menjadikan Gucci sebagai merek favorit. Tentu tidak murah, satu item Gucci

bisa mencapai belasan, bahkan puluhan juta. Sebagian lagi pakaiannya dibeli di Singapura

dan Jerman.

Saat ditanya berapa nilai pakaian yang dikenakan saat itu, Bernadin ogah menjawab. Ia

mengaku malu dan tidak enak menyebutnya.

Baginya harga tidak soal asal nyaman di badan. “Kalau badan sudah nyaman, maka keluar

kepercayaan diri. Kalau sudah percaya diri, kita melakukan apapun itu enak,” paparnya.

Kini, kebiasaan itu sudah menjadi ciri khas Bernadin dalam dunia pengacara. Ke manapun

ia sidang mudah dikenali dan diingat orang. Selain itu, secara tidak langsung juga menjadi

branding tersendiri.

Menariknya, kebiasaan tersebut sudah menular kepada kedua asistennya di kantor.

Bedanya, salah satu asistennya mengenakan pakaian sesuai suasana hati. Ketika sedih,

warna yang dikenakan warna gelap. Begitu juga sebaliknya.

Bernadin membaskan pilihan karyawannya dalamberpakaian, yang penting bekerja

profesional.

(rb/don/san/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia