Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Beh, Ratusan Lampu PJU Dibiarkan Padam

05 November 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Beh, Ratusan Lampu PJU Dibiarkan Padam

Perbaikan lampu penerangan jalan. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan protokol Kota Singaraja, dibiarkan rusak. Pemerintah tak bisa melakukan perbaikan terhadap lampu-lampu tersebut, karena anggaran perbaikan sudah habis.

Lampu yang dibiarkan rusak terlihat di Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Mulai dari depan Rumah Soenda Ketjil hingga di depan rumah jabatan Ketua DPRD Buleleng. Hal serupa juga terlihat di Jalan Raya Singaraja-Seririt. Tepatnya di kawasan Desa Tukadmungga.

Ternyata, ada 587 titik lampu penerangan jalan umum yang padam dan tidak tersentuh perbaikan. “Sebenarnya tahun ini cukup banyak yang rusak. Ada 1.127 titik yang rusak. Tapi yang 549 titik sudah kami perbaiki,” kata Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Buleleng, Cok Adithya Wira Putra, saat dikonfirmais Kamis (4/11).

Baca juga: Hujan Lebat, Rumah Warga Gitgit Terendam Lumpur Setinggi Paha Dewasa

Menurutnya kerusakan yang dialami lampu tersebut bukan semata-mata bohlam lampu yang putus. Namun ada beberapa komponen lainnya. Seperti piting lampu, reflector, kapasitor, hingga terminal lampu.

Cok mengaku kewalahan melakukan perbaikan tersebut. Lantaran suku cadang untuk perbaikan sudah tak tersisa. Sementara anggaran pembelian suku cadang sudah tandas.

“Anggarannya kena recofusing. Sehingga tidak bisa beli suku cadang lagi. Jadi tidak semuanya bisa kami perbaiki. Kami berupaya bisa memperbaiki sisanya pada tahun depan,” imbuhnya.

Menariknya, kerusakan sejumlah lampu penerangan jalan juga disebabkan ulah manusia. Cok mengungkapkan, beberapa komponen lampu penerangan hilang karena dicuri orang tak bertanggungjawab. Biasanya barang yang dicuri berupa timer. Alat itu berfungsi mengatur waktu menyala dan padamnya lampu.

“Seperti yang di wilayah Anturan dan Jalan Kresna, itu kan sebenarnya sudah otomatis. Tapi ada yang mencuri timer-nya. Akhirnya harus manual kami nyalakan,” demikian Cok Adithya.

(rb/eps/don/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia