Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Sekolah Luar Biasa Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

08 Oktober 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Sekolah Luar Biasa Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Suasana di SLB Negeri 1 Buleleng. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Buleleng mulai menyiapkan pembelajaran tatap muka. Rencananya pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan setelah sekolah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Sejak awal pandemi Covid-19, siswa di SLBN 1 Buleleng tak bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Siswa yang tadinya menghuni asrama, juga dipulangkan ke rumah masing-masing. Selama ini pembelajaran dilakukan secara daring.

Kini seiring dengan penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), SLBN 1 Buleleng pun mulai bersiap melakukan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah telah menyiapkan berbagai sarana pendukung penerapan protokol kesehatan. Seperti wastafel dan thermo gun.

Baca juga: Tim Ahli Minta Narasi Disusun Ulang

Kepala SLBN 1 Buleleng Made Winarsa mengatakan, sarana penerapan prokes sudah cukup memadai. Wastafel telah disiapkan di beberapa titik strategis. Seperti di pintu masuk ruang guru, pintu masuk ruang kelas, pintu masuk asrama, serta di pintu masuk ruang praktikum.

“Sarana prokes kami sudah lengkap. Tinggal membiasakan anak-anak melakukan protokol kesehatan di lingkungan sekolah,” kata Winarsa.

Winarsa menjelaskan selama 1,5 tahun terakhir, proses pembelajaran dilakukan secara daring. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Menurutnya siswa terbiasa berkomunikasi secara daring, meski terkadang terkendala sinyal internet.

“Siswa kami sebagian besar tuli-bisu. Mereka sudah biasa komunikasi lewat video call. Tapi tantangannya bukan pada komunikasi. Tapi bagaimana memberikan pemahaman materi pada siswa. Karena untuk menekankan pemahaman, perlu interaksi tatap muka juga,” ungkapnya.

Rencananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dilakukan secara terbatas kepada siswa SLB yang ada di jenjang SMA. Tercatat ada 26 orang siswa yang siap mengikuti pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah juga menyatakan sarana dan prasarana sudah siap. Apalagi ketersediaan ruang pembelajaran cukup banyak.

“Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut (dari Disdik Provinsi Bali). Karena untuk SLB di seluruh Bali kan belum ada yang mulai melakukan PTM. Dari sisi prokes kami sudah siap, anak-anak juga sudah rindu ke sekolah. Tinggal menunggu instruksi saja,” tandas Winarsa.

(rb/eps/don/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia