Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Penerbangan Internasional Dibuka, Pemkab Optimistis PHR Bisa Digenjot

09 Oktober 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Penerbangan Internasional Dibuka, Pemkab Optimistis PHR Bisa Digenjot

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Pemerintah seperti mendapat angin segar dengan dibukanya penerbangan internasional bagi wisatan mancanegara (wisman) pada Kamis (14/10) pekan depan.

Pemerintah yakin pendapatan dari sektor pajak daerah, utamanya pajak hotel dan pajak restoran bisa mengalami peningkatan.

Sejak tahun 2020 lalu, pendapatan dari sektor pajak hotel dan pajak restoran memang merosot drastis.

Baca juga: Bandara Dibuka, PHR Bisa Digenjot

Pada tahun 2021 ini, pemerintah baru berhasil mengumpulkan pajak hotel sebanyak Rp 5,59 miliar dari target Rp 19 miliar.

Untuk pajak restoran, pemerintah telah mengumpulkan pendapatan Rp 6,45 miliar dari target Rp 14,03 miliar.

Sedangkan untuk pajak hiburan baru menyentuh angka Rp 269,87 juta dari target Rp 965 juta.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, dibukanya gerbang pariwisata memberi harapan baru bagi institusi pajak. Dengan dibukanya gerbang pariwisata, maka potensi pendapatan dari pajak hotel bisa meningkat.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, pendapatan kita dari sektor pajak hotel bisa meningkat,” kata Sugiartha.

Selain itu relaksasi yang diberlakukan di kawasan Jawa dan Bali, juga memberikan angin segar bagi sektor pariwisata.

“Wisatawan domestik dari Jawa setidaknya sudah mulai masuk. Kalau waktu kita masih PPKM level 4, itu sulit sekali. Sekarang dengan level 3, sudah ada relaksasi. Mudah-mudahan bisa segera masuk level 2, sehingga ada tambahan kelonggaran lagi,” imbuhnya.

Ia memperkirakan potensi pendapatan di sektor pajak hotel bisa meningkat hingga 10 persen. Itu berarti pendapatan sektor pajak hotel bisa menyentuh angka Rp 7,6 miliar atau sekitar 40 persen dari target.

“Kalau bisa menyentuh angka 40 persen, apalagi 45 persen, bagi kami sudah prestasi tersendiri. Karena hanya ada waktu selama tiga bulan ini saja biar terkejar target itu,” tukas Sugiartha.

(rb/eps/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia