Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Alamak! Program Kerja Duet PASS Terancam Tak Capai Target

14 Oktober 2021, 09: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Alamak! Program Kerja Duet PASS Terancam Tak Capai Target

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membacakan nota pengantar APBD Buleleng 2021. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Program kerja duet Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG (PASS) pada tahun depan, terancam tak mencapai target. Pasalnya anggaran daerah masih mengalami tekanan pada masa pandemi covid-19. Padahal tahun depan merupakan tahun terakhir duet ini memimpin Buleleng.

Rabu Pagi kemarin (13/10), Bupati Agus Suradnyana menyampaikan Nota Pengantar APBD 2022. Nota pengantar itu diajukan pada rapat paripurna DPRD Buleleng, di Ruang Sidang Utama. Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Dalam nota pengantar, Agus Suradnyana menyebut anggaran daerah masih akan mengalami tekanan. Pendapatan daerah pada tahun 2022 diprediksi sebesar Rp 2,13 triliun. Berkurang 1,62 persen bila dibandingkan dengan pendapatan pada tahun ini yang sebesar Rp 2,14 triliun.

Baca juga: Permudah Donor Plasma Konvalesen, PMI Buleleng Usulkan Mesin Apheresis

Sejumlah sumber pendapatan yang mengalami penurunan yakni dana transfer dari pemerintah pusat dan dana transfer antar daerah. Penurunan dari dua sumber pendapatan itu mencapai Rp 35,16 miliar.

Agus Suradnyana mengaku cukup banyak dana transfer yang terpotong. Di antaranya Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Keluarga Berencana dan DAK bidang jalan. “Kita lihat postur seluruhnya turun. Jadi merancang dana bebas dalam DAU harus selektif betul. Saya sudah sampaikan pada Sekda agar diskusi dengan semua kadis. Prioritaskan efisiensi dulu, kemudian programnya diarahkan untuk pemulihan covid,” kata Agus.

Ia menyatakan pada tahun 2022 tak ada lagi program mercusuar. Proyek fisik pun akan dilakukan secara selektif dan mengacu skala prioritas. Dana akan dialihkan pada program pemulihan ekonomi untuk sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.

Agus pun tak menampik kondisi keuangan daerah pada akhir masa jabatannya cukup berat. “Bagi saya tantangan ini harus dijawab dengan upaya. Meski tidak bisa maksimal, yang penting arahnya pada pemulihan ekonomi. Mudah-mudahan kasus covidnya tetap stabil landai seperti sekarang, jadi program yang kita susun lebih komprehensif. Tidak ada refocusing lagi,” katnya.

Sementara itu Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, kondisi keuangan daerah terus mengalami tekanan sejak tahun 2020 lalu. Ia pun meminta agar pemerintah benar-benar memprioritaskan anggaran untuk pemulihan ekonomi daerah.

“Teman-teman di anggota komisi juga kami minta lebih cermat dalam melihat anggaran dan program kerja SKPD. Programnya harus lebih rasional, karena kondisi kedepan dalam situasi pandemi ini tidak bisa kita prediksi dengan jelas,” tukas Supriatna.

(rb/don/eps/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia