Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Sempat Gagal, Patung Bung Karno Akhirnya Berdiri Tegak

22 September 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Sempat Gagal, Patung Bung Karno Akhirnya Berdiri Tegak

Pemasangan patung Bung Karno di RTH Bung Karno Kelurahan Sukasada. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– Sempat tertunda selama tiga tahun, Patung Bung Karno akhirnya berdiri tegak. Patung itu dipasang pada pedestal Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Kelurahan Sukasada, pada Selasa (21/9) pagi.

Patung Bung Karno sempat gagal dibuat pada tahun 2018 lalu. Saat itu patung hanya tuntas pada bagian kaki. Setahun berselang, pengerjaan patung rencananya dilanjutkan. Sayangnya saat itu kontrak kerja pembuatan gagal terlaksana. Sedangkan pada 2020, pengerjaan RTH Bung Karno tertunda gegara pandemi Covid-19.

Sempat tersendat selama beberapa tahun, pengerjaan RTH Bung Karno akhirnya berlanjut tahun ini. “Kami bersyukur patung setinggi 8 meter ini akhirnya berdiri. Ini sudah kami tunggu selama 4 tahun,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Gede Melandrat.

Baca juga: Puluhan Petahana Kembali Calonkan Diri

Menurutnya patung dibawa dalam bentuk fragmen dari Jogjakarta menuju Bali. Patung diterima di Buleleng pada Sabtu (18/9) lalu. Setelah itu patung dirakit di lokasi RTH Bung Karno. Begitu lengkap dan siap berdiri, baru patung dipasang pada pedestal yang telah disiapkan selama bertahun-tahun.

Melandrat menungkapkan, setelah patung Bung Karno, masih ada beberapa pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Di antaranya Patung Singa Ambara Raja di bagian panggung terbuka. Termasuk pembangunan sebuah wantilan di sisi selatan RTH.

“Di wantilan itu akan ada patung Bung Karno yang sungkem pada ibunya, Nyoman Rai Srimben. Wantilan itu juga akan jadi sarana edukasi terkait catatan sejarah Bung Karno,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng Putu Gede Astawa menyatakan, pihaknya telah mengawal pelaksanaan proyek tersebut sejak awal tahun. Ia meyakini proyek berjalan tepat waktu. Menurutnya realisasi proyek telah mencapai angka 57,08 persen dari target 47,07 persen. Itu berarti ada deviasi positif sebanyak 9,61 persen.

“Setiap minggu kami selalu datang ke sini lihat perkembangannya. Kalau ada yang kurang kami koordinasi dengan pengawas, pelaksana proyek, dan DLH sebagai pemilik proyek. Proses pengawasan kami lakukan secara transparan. Kami harap dengan pengawalan kami, proyek bisa selesai. Apalagi proyek ini sudah pernah dua kali gagal,” tukas Astawa.

(rb/don/eps/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia