Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Muncul Klaster Sekolah, Belajar Tatap Muka Terancam Ditunda

23 September 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Muncul Klaster Sekolah, Belajar Tatap Muka Terancam Ditunda

Proses belajar tatap muka di kabupaten Buleleng terancam ditunda. (dok.radarbali)

Share this      

SINGARAJA– Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng meninjau ulang wacana pembukaan belajar tatap muka pada awal Oktober mendatang. Penyebabnya muncul klaster sekolah di provinsi lain. Tak pelak satgas pun dibuat was-was dengan hal tersebut.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, rencana membuka sekolah pada awal Oktober mendatang belum final. Satgas masih menanti skema pembelajaran tatap muka yang disusun oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

Nantinya skema yang disodorkan Disdikpora akan dipelajari oleh satgas. Sehingga satgas dapat melakukan manajemen risiko pencegahan penularan Covid-19. “Skema sedang disusun Disdik. Nanti skema akan dibahas di tingkat satgas,” kata Suyasa saat dikonfirmasi Kamis (23/9).

Baca juga: Pastikan Lahan Digarap Baik, Jokowi Janji Temui Warga Sumberklampok

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, pihaknya masih melihat eskalasi di daerah lain, setelah belajar tatap muka dilakukan. Pasalnya dari informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada 1.296 klaster sekolah yang mencuat.

Menurutnya kondisi di daerah lain menjadi salah satu kajian satgas. “Ini sedang kami kaji. Kenapa ada klaster. Jangan-jangan prokesnya tidak ketat. Tapi kalau prokesnya ketat, masih ada klaster, tentu akan kami kaji lagi. Orang tua mengizinkan tidak. Kami berani tidak membuka dengan kondisi risiko seperti itu,” imbuhnya.

Mantan Kadisdikpora Buleleng itu menegaskan, seluruh satuan pendidikan harus memiliki satgas aman bencana. Manajemen sekolah juga wajib menyusun protokol kesehatan, alur dan skema kegiatan siswa, serta standar prosedur dan mitigasi apabila ditemukan kasus Covid-19.

Sekadar diketahui, Pemkab Buleleng awalnya berencana membuka belajar tatap muka pada awal Oktober mendatang. Hal itu dilakukan guna mencegah potensi learning loss pada siswa. Rencana belajar tatap muka itu juga dilakukan setelah Buleleng masuk dalam PPKM Level 3. Selain itu dalam peta risiko yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Buleleng berada kini berada pada zona kuning.

(rb/eps/don/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia