Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Pemkab Buleleng Akhirnya Menaikkan Target PAD

Semula Rp 358,37 Miliar jadi Rp 402 Miliar

30 November 2021, 02: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Pemkab Buleleng Akhirnya Menaikkan Target PAD

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

SINGARAJA– Upaya DPRD Buleleng mendesak pemerintah menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuahkan hasil. Pemerintah akhirnya menaikkan target PAD. Target pendapatan yang semula sebesar Rp 358,37 miliar, dinaikkan menjadi Rp 402 miliar.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pemerintah sepakat menaikkan target pendapatan tersebut setelah melalui sejumlah kajian. Menurut Suyasa kenaikan PAD akan dibebankan pada pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta retribusi daerah.

Khusus sektor pajak daerah diprediksi tak akan mengalami lonjakan signifikan. Sebab pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran diprediksi masih akan stagnan. Mengingat situasi global yang terkait dengan pandemi covid-19 masih tidak menentu.

Baca juga: Ratusan Pelamar PNS Ikut SKB, Kini Tinggal Tunggu Pengumuman

Suyasa mengungkapkan, pendapatan BLUD diprediksi akan meningkat. Ia meyakini pendapatan BLUD akan meningkat menjadi Rp 30 miliar pada tahun 2022 mendatang.

“Kepercayaan publik terhadap lembaga kesehatan sudah mulai tumbuh. Kalau tahun 2020 itu kan pendapatan kita turun. Karena orang takut datang ke fasilitas kesehatan. Tapi sekarang sudah mulai pulih kembali,” kata Suyasa saat ditemui di Gedung DPRD Buleleng Senin kemarin (29/11).

Selain itu pendapatan dari sektor retribusi daerah juga akan ditingkatkan. Salah satunya retribusi parkir. Selama ini retribusi parkir masih menerapkan sistem manual. Sehingga rentan terjadi kebocoran.

Melihat keberhasilan Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng mengelola parkir digital, pemerintah pun berencana menerapkan hal yang sama. Dinas Perhubungan diinstruksikan menerapkan parkir digital pada kantong parkir yang dinilai menguntungkan.

“Kami prediksi parkir akan meningkat setelah dilakukan upaya digitalisasi retribusi. Jadi mulai tahun depan, parkir akan dilakukan secara digital. Selain itu pajak dari rumah makan dan restoran juga akan kami digitalisasi,” demikian Suyasa.

(rb/eps/don/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia