Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Pelabuhan Ketapang Kebobolan Suket Covid Palsu, Gilimanuk Diperketat

09 Agustus 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Pelabuhan Ketapang Kebobolan Suket Covid Palsu, Gilimanuk Diperketat

Petugas melakukan validasi surat keterangan rapid test di Pelabuhan Gilimanuk (IST)

Share this      

NEGARA – Meskipun sudah pernah dilakukan penindakan terhadap pelaku pemalsu surat keterangan rapid test antigen palsu, ternyata masih marak terjadi pemalsuan surat keterangan rapid test.

Namun kali ini diketahui terjadi di wilayah Banyuwangi, sehingga petugas di Pelabuhan Gilimanuk memperketat pengawasan agar tidak ada pelaku perjalanan yang masuk Bali menggunakan surat keterangan rapid test palsu.

Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Gilimanuk Yeti Sugiarti saat dikonfirmasi mengatakan, selama ini surat keterangan hasil rapid test pelaku perjalanan yang masuk Bali sudah dilakukan pemeriksaan secara mendetail, agar tidak ada pelaku perjalanan surat keterangan rapid test palsu yang masuk Bali.

Baca juga: Warga di Jembrana Kecewa, Sudah Datang ternyata Stok Vaksin Kosong

“Kita sudah antisipasi dengan pemeriksaan surat keterangan secara mendetail,” jelasnya.

Setiap surat keterangan rapid test yang sudah dilengkapi dengan barcode dipindai dengan alat yang sudah disediakan. Namun, masih ada klinik yang tidak melengkapi dengan barcode. Bagi klinik yang masih belum menyertakan barcode, KKP Gilimanuk langsung konfirmasi ke pihak klinik untuk memastikan keaslian surat.

“Klinik diharapkan menyertakan barcode untuk memudahkan pemeriksaan,” ujarnya.

Meskipun sudah ada barcode, Yetty mengakui masih ada yang menggunakan surat keterangan yang diduga palsu. Hal tersebut diketahui saat petugas melakukan validasi, ternyata tidak terdaftar.

“Yang masuk Bali ada (diduga palsu). Sehingga pelaku perjalanan yang masuk Bali dengan surat keterangan diduga palsu tersebut rapid test ulang,” ujarnya.

Penggunaan surat keterangan rapid test palsu tersebut diduga dilakukan di luar Bali, menggunakan nama-nama klinik di wilayah Jawa agar bisa masuk Bali. Diduga pelaku perjalanan yang membawa surat keterangan rapid test palsu tersebut membeli surat tanpa mengikuti pemeriksaan, sehingga saat dicurigai palsu langsung dilakukan test ulang.

Ketika menemukan surat keterangan rapid test diduga palsu tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Pihaknya, juga meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi yang membawa surat keterangan palsu masuk Bali.

Padahal sebenarnya di Pelabuhan Ketapang sudah dilakukan pemeriksaan surat keterangan hasil rapid test bagi pelaku perjalanan yang masuk Bali. Diduga pelaku perjalanan yang membawa surat keterangan palsu tersebut melewati celah masuk pelabuhan hingga lolos ke Pelabuhan Gilimanuk.

“Kami bersama instansi terkait sudah perketat pengawasan agar tidak ada celah bagi pelaku perjalanan masuk Bali menggunakan surat keterangan palsu,” tegasnya.

(rb/bas/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia