Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Polisi Selidiki Dugaan Pungli Rapid Tes Rp300 Ribu di Gilimanuk

12 Agustus 2021, 15: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Polisi Selidiki Dugaan Pungli Rapid Tes Rp300 Ribu di Gilimanuk

Validasi suket rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (M. BASIR/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Salah satu media nasional memberitakan adanya dugaan pungli biaya surat rapid test yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Selain menarik biaya Rp50 ribu per kepala untuk lolos tanpa surat rapid tes, biasanya oknum petugas nakal itu meminta Rp300 ribu per mobil travel untuk sekali menyebrang jika ingin penumpangnya tidak dimintai surat rapid test. 

Tidak itu saja, beberapa waktu lalu, cerita hampir serupa juga disampaikan beberapa penumpang bus dari Jawa Tengah. Ketika sampai di Pelabuhan Ketapang, mereka dicegat petugas untuk menunjukkan surat hasil rapid test.

Namun, ketika diberikan rapid test, petugas menganggap surat itu tidak berlaku. Padahal, tanggalnya masih berlaku, dan surat hasil rapid test itu dikeluarkan resmi dari dokter puskesmas yang ditunduk pemerintah setempat.

Baca juga: Overload! Jenazah di RSU Negara Tak Dapat Kulkas, Akhirnya Diformalin

“Saya sampai ngotot-ngototan. Ada beberapa penumpang lain. Hampir semua penumpang, sekitar 10 orang penumpang di bus digitukan,” kata mantan penumpang bus ini sekitar tiga pekan lalu  kepada radarbali.id.

Karena perdebatan tak kunjung menemui titik temu, akhirnya pihak sopir dan kondektur memberikan jalan keluar agar para penumpang mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk petugas itu. Akhirnya, mereka bisa lewat Pelabuhan Ketapang untuk masuk kapal menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk.

“Saya duga itu hanya modus. Petugas ini mau cari duit saja,” terangnya.

Tidak berhenti di sana, ketika di Pelabuhan Gilimanuk, penumpang juga disuruh bersembunyi di bus. Padahal, mereka lengkap memiliki hasil rapid test.

Terkait hal itu, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adibawa mengatakan akan melakukan penyelidikan terkait pemberitaan tersebut.

"Kita di sana kan ada TNI, Polri, dari KKP, ASDP juga ada. Adanya berita itu kami tetap melakukan lidik internal dan mungkin akan memanggil pihak yang memberitakan hal tersebut," katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (12/8/2021). 

Dijelaskannya, bahwa pengawasan di pelabuhan itu dilakukan setiap hari.  Pihaknya juga sering mengingatkan anggotanya untuk melaksanan tugas sebagik mungkin agar tidak mencoreng institusi Polri.

"Pengawasan kita setiap hari. Kami ingatkan melalui surat, datang ke pelabuhan. Kapolsek saat apel juga selalu mengingatkan anggota agar tidak melakukan hal yang dapat merusak citra Polri," ujarnya. 

Lanjut dia pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada oknum pelaku jika dugaan pungli sesuai pemberitaan media itu terbukti benar.

"Mungkin kami akan memanggil pihak media untuk klarifikasi. Biar terang pemberitaannya seperti apa. Biar kita tahu dan telusuri beritanya biar tidak liar,” kata dia.

Dia menegaskan, yang jelas apabila anggota yang salah akan ditindak tegas.

“Jadi yang jelas kita akan tindaklanjuti berita itu. Internal kita akan cek. Dan biar terang kita akan minta klarifikasi langsung ke media yang memberitakan. Karena dari media itu yang mengeluarkan," imbuhnya. 

Dia juga menambahkan agar anggota yang bertugas di lapangan selalu menerapkan protokol kesehatan. 

"Kami mengimbau agar anggota selalu menerapkan prokes saat bertugas. Menerapkan 5M. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi interaksi dan mobilisasi," tandasnya.

(rb/mar/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia