Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Menparekraf Setujui Sirkuit All In One Pengambengan

Upaya Bupati Tamba Wujudkan Jembrana Bahagia

18 Oktober 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Menparekraf Setujui Sirkuit All In One Pengambengan

UNTUK JEMBRANA: Bupati I Nengah Tamba dan Menparekraf Sandiaga Uno. (Istimewa)

Share this      

NEGARA, Radar Bali - Tanah timbul di pesisir Desa Pengambengan, sejak status resmi hak milik pemerintah tidak dimanfaatkan. Rencananya, tanah seluas 4 hektar tersebut akan digunakan untuk sirkuit all in one. Sirkuit untuk atraksi budaya khas Jembrana seperti makepung, jegog dan pacuan kuda.

Pembangunan sirkuit untuk daya tarik wisata ini, menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 4,5 miliar pada tahun 2022 mendatang.

"Usulan kita untuk membuat sirkuit disetujui, tahun depan sudah mulai pembangunan," kata Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid, Tim Maksimalkan Vaksinasi di Wilayah Pesisir

Menparekraf Setujui Sirkuit All In One Pengambengan

DUKUNGAN PUSAT: Bupati I Nengan Tamba dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)

Sirkuit all in one Desa Pengambengan, akan menjadi salah satu daya tarik wisata (DTW) Jembrana yang khusus untuk atraksi budaya Jembrana. Tidak hanya makepung dan jegog yang sudah menjadi salah satu atraksi budaya yang selama menjadi daya tarik wisata, tetapi juga atraksi pacuan kuda, arena lomba layangan dan pusat kuliner Jembrana.

Pembangunan sirkuit ini, salah satu upaya kerja keras dari Bupati sejak awal menjabat untuk mengelola potensi yang ada di Jembrana. Khusus sirkuit all in one, sebelumnya bupati mengajukan proposal dan presentasi di hadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Setelah sirkuit terwujud, konsepnya dengan menggelar event setiap Minggu. Mulai dari makepung, jegog, layang-layang dan festival budaya, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Ruang terbuka hijau yang ada di lokasi juga bisa menjadi salah satu fasilitas umum untuk masyarakat. Sehingga, Jembrana memiliki produk paket wisata yang bisa dijual kepada konsumen.

Selain sirkuit all in one, rumah tenun sebagai pusat tenun Jembrana juga sudah disetujui oleh pemerintah pusat sebesar Rp 16 miliar. Lokasi pembangunan rumah tenun akan menggunakan tanah yang saat ini menjadi terminal Cargo, di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.

Karena dari segi lokasi, berada di Jalan nasional yang sangat strategis, dengan dijadikan rumah tenun, bisa meningkatkan geliat perekonomian di sektor UMKM Jembrana. Sedangkan terminal cargo dipindahkan ke terminal penumpang Negara di Desa Baluk.

Rumah tenun ini sejalan dengan program provinsi Bali yang sudah dituangkan dalam kebijakan Gubernur Bali tentang endek dan busana Bali. Yakni, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali. 

Tujuannya, meningkatkan produktivitas pengrajin tenun, karena rumah tenun  menampung seluruh produk tenun endek dan songket  Jembrana. Karena, rumah tenun untuk mempromosikan produk UMKM Jembrana, karena disediakan fasilitas ruang peragaan busana endek, display produk dan transaksi jual beli endek.

"Tenun endek, songket dan produk kerajinan masyarakat Jembrana yang ada di desa-desa adalah kearifan lokal yang harus diangkat sehingga bisa mendunia, sehingga bisa bermanfaat untuk pengrajin dan masyarkat Jembrana," terangnya.

Dengan program-program tersebut untuk memotivasi UMKM Jembrana untuk terus mempertahankan kearifan lokal dan juga terus berinovasi, terutama di tengah Pandemi Covid-19 agar Bali segera bangkit.

"Kami dorong agar UMKM Jembrana yang selama ini lesu karena Pandemi, kembali bangkit. Jadikan bencana Covid-19 sebagai introspeksi diri, berbenah untuk Jembrana lebih baik lagi," ungkapnya.

Dua program bupati yang akan dimulai awal tahun depan ini, sekaligus jawaban atas keraguan dari masyarakat terhadap bupati yang berkomitmen untuk memajukan Jembrana. Jadi, upaya bupati selama ini sering ke Jakarta untuk mengajukan proposal dan presentasi sudah membuahkan hasil.

"Dengan PAD yang masih kecil, pemerintah kabupaten Jembrana memerlukan dukungan dari provinsi dan pusat untuk mewujudkan semua program yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholder terkait untuk bersama sama membangun Jembrana ke depan yang maju. "Dukungan dari masyarakat sangat penting dalam menjalankan semua program pemerintah," ungkapnya. (rba)

(rb/bas/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia