Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana
Dari Rotasi Pejabat di Jembrana

Bupati: Dipindah Bukan karena Suka atau Tak Suka, hanya Penyegaran

24 November 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Bupati: Dipindah Bukan karena Suka atau Tak Suka, hanya Penyegaran

Ilustrasi (dok.radarbali)

Share this      

NEGARA- Tiga jabatan tinggi pratama atau setingkat kepala dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Jembrana dilelang.

Seleksi pengisian jabatan tersebut, karena ada posisi jabatan yang kosong karena pensiun dan rotasi. Pengisian jabatan ditargetkan akhir tahun ini, sehingga pada awal tahun anggaran 2022 sudah terisi.

Menurut informasi, tiga jabatan yang akan diisi dalam seleksi ini di antaranya jabatan kepala dinas perhubungan, kelautan dan perikanan. Pejabat yang saat ini menduduki jabatan tersebut, I Made Mahaarimbawa akan dirotasi mengisi jabatan asisten III yang kosong karena pejabat sebelumnya pensiun.

Baca juga: Lansia Miskin Ini Tertimpa Rumah Ambruk saat akan Pergi Salat Subuh

Mahaarimbawa yang sudah 10 tahun lebih menjadi kepala dinas perhubungan, kelautan dan perikanan, sudah menjadi pelaksana tugas asisten III sejak beberapa bulan lalu.

Kemudian seleksi jabatan untuk mengisi posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Pejabat lama, I Wayan Sudiarta dirotasi mengisi jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman yang kosong karena pejabat sebelumnya pensiun dan I Wayan Sudiarta ditunjuk menjadi pelaksana tugas kepala dinas definitif yang akan dijabat.

Jabatan ketiga mengisi jabatan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, karena pejabat sebelumnya I Made Budiasa menjadi sekretaris kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat dikonfirmasi membenarkan adanya seleksi pengisian jabatan kepala dinas tersebut.

Pengisian jabatan eselon II B tersebut, kata dia, untuk penyegaran organisasi pemerintah kabupaten. "Pejabat eselon II b itu sudah paham. Kalau dipindah bukan karena suka atau tidak suka, hanya untuk penyegaran dan penempatan posisi jabatan yang pas sesuai kinerjanya," jelasnya.

Menurut bupati, pejabat eselon II B merupakan pejabat profesional yang bisa ditempatkan dimana saja. Karena sebelum menduduki jabatannya, sudah pernah menduduki jabatan lain sehingga lebih memahami tugas dan pekerjaannya.

Bupati menargetkan akhir bulan Desember mendatang sudah ada pejabat definitif hasil dari seleksi, sehingga pada bulan Januari tahun anggaran baru sudah bekerja sesuai dengan posisi jabatan masing-masing. Saat ini dia meminta pejabat yang sudah berada di posisinya agar fokus sampai akhir tahun anggaran 2021.

(rb/bas/don/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia