Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Stigma Miring dengan Karya, Mahasiswa Flores yang Tergabung Dalam Himflor Buleleng Unjuk Aksi Positif  

F
Penulis: Francelino Junior❯
ULTAH HIMFLOR: Himflor Buleleng sampaikan imbauan agar menghapus stigma negatif warga NTT di Bali dengan kegiatan nyata yang positif. (Francelino Junior)
MOMEN ULTAH HIMFLOR: Himflor Buleleng sampaikan imbauan agar menghapus stigma negatif warga NTT di Bali dengan kegiatan nyata yang positif. (Francelino Junior)

Advertisement

SINGARAJA, Radar Bali.id – Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor) Buleleng kini tengah bergerak masif untuk mengikis stigma negatif bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang kerap membayangi para perantau asal Indonesia Timur.

Di tengah munculnya sorotan terhadap oknum-oknum di wilayah Bali Selatan, komunitas mahasiswa ini memilih jalur pengabdian dan peningkatan kualitas diri sebagai jawaban.

Eksistensi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bumi Panji Sakti diarahkan untuk tidak sekadar menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kebhinnekaan, kerukunan,  serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Anggota DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, dalam pernyataannya menekankan pentingnya wadah organisasi sebagai sarana pembinaan yang efektif.

Advertisement

"Dengan berkumpul dalam organisasi, komunikasi dan pembinaan menjadi lebih mudah. Mahasiswa harus sadar bahwa mereka mengenyam pendidikan di sini dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kondusivitas Buleleng. Dengan begitu, stigma negatif akan hilang dengan sendirinya melalui pembuktian nyata," tegasnya.

Aksi Nyata di Pura Taman Sari

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Himflor Buleleng adalah dengan menggelar kegiatan gotong royong di areal Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.

Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya mendalam untuk mempererat tali persaudaraan dan membaur langsung dengan krama lokal.

Himpunan ini terus mendorong anak muda rantau untuk bergerak bersama dan membangun harmonisasi dengan lingkungan sekitar.

Langkah-langkah kecil yang konsisten ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas terhadap para pendatang dari Timur.

Advertisement

Artikel Terkait

NTT Dilanda 1.624 Gempa Susulan, 68 Meninggal Dunia, 200 Luka

NTT Dilanda 1.624 Gempa Susulan, 68 Meninggal Dunia, 200 Luka

BMKG catat 1.624 gempa susulan pascagempa M 7,7 di Flores, NTT. BNPB melaporkan 68 orang meninggal dunia dan 213 warga luka-luka di berbagai kabupaten. Ribuan orang mengungsi, imbauan kewaspadaan tetap berlaku.

Dampak Bali Krisis BBM di Buleleng: Lumpuhkan Wisata Lovina, Kunjungan Anjlok 80 Persen

Dampak Bali Krisis BBM di Buleleng: Lumpuhkan Wisata Lovina, Kunjungan Anjlok 80 Persen

Kelangkaan dan krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Buleleng kian berdampak serius pada roda perekonomian daerah.

Dugaan Keracunan Massal 16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa, SPPG Dapur MBG Kena Sanksi Ini

Dugaan Keracunan Massal 16 Siswa SDN 3 Banjar Jawa, SPPG Dapur MBG Kena Sanksi Ini

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengampu penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut resmi disuspensi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer