Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sepi Peminat, Pemkab Buleleng Pangkas dan Satukan Belasan Proyek Jalan-Jembatan

F
Penulis: Francelino Junior❯
Ilustrasi anggaran belanja daerah. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi anggaran belanja daerah. (gambar digital gemini/radar bali)

Advertisement

SINGARAJA, Radar Bali.id – Sejumlah proyek fisik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terpaksa dikaji ulang.

Pasalnya, paket-paket pengerjaan infrastruktur ini terkesan kurang diminati oleh rekanan, padahal proses tender sudah dibuka sejak Maret 2026 lalu.

Advertisement

Menyikapi hal tersebut, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Buleleng kini bergerak cepat melakukan kaji ulang dokumen persiapan pengadaan, khususnya untuk bidang bina marga. Langkah taktis ini diambil demi menggolkan program prioritas infrastruktur daerah.

”Kaji ulang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pengadaan dengan kebutuhan riil di lapangan. Sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan dokumen pemilihan,” tegas Kepala Bagian (Kabag) PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, 49, pada Kamis, 4/6/2026.

Advertisement

Deretan proyek yang dikaji ulang mencakup paket-paket strategis. Di antaranya Rehabilitasi Jalan Gunung Agung (0,25 km), Jalan Barat TMP Curastana-Jalan Bisma (0,25 km), Jalan Kapten Muka (0,30 km), dan Jalan Pantai Asri (0,54 km). Ada pula jalur wisata dan desa seperti Jalan Wisnu Seririt-Pura Segara (0,98 km), Jalan Kaliasem-Banjar Dinas Punggang (0,62 km), serta paket perbaikan di jalur utama Gerokgak, Lokapaksa, Dencarik, Pedawa, Temukus, hingga Giri Mas.

Selain jalan, peningkatan akses menuju Pura Pingit (Bulian-Depeha), Jalan Tj. Tajun-Mengening sepanjang 4 kilometer, Jalan Kakak Tua, dan Jalan Pattimura (0,75 km) juga masuk daftar. Termasuk dua proyek vital, yakni pembangunan jembatan Banyuasri dan jembatan di Desa Tejakula.

Guna mendongkrak efisiensi dan daya tarik tender, Bagian PBJ Setda Buleleng telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan konsolidasi. Proyek sejenis yang lokasinya berdekatan dan memiliki kualifikasi penyedia setara akhirnya disatukan. Hasilnya, 15 paket ruas jalan dan dua jembatan yang semula berdiri sendiri, kini dipadatkan menjadi sembilan paket tender saja.

”Langkah strategis ini diharapkan dapat memitigasi keterbatasan waktu pengerjaan yang tersisa,” urai Suwitra Yadnya.

Demi mengawal sisa waktu, sebanyak lima kelompok kerja (pokja) dikerahkan penuh untuk menuntaskan kaji ulang ini. PBJ menargetkan proses tender ulang dapat bergulir pada Juni 2026, sehingga pada pertengahan atau akhir Juli 2026 seluruh proses penandatanganan kontrak tuntas dan pengerjaan fisik langsung digarap.

”Percepatan ini dinilai sangat mendesak karena proyek pengaspalan jalan sangat bergantung pada cuaca. Momentum musim kemarau di pertengahan tahun ini akan kami manfaatkan optimal agar proyek selesai tepat waktu,” tandasnya.[*]

Advertisement

Artikel Terkait

Ada Pembetonan Jembatan Yeh Ngigih, Akses Gadung Sari-Pesagi Ditutup Total

Ada Pembetonan Jembatan Yeh Ngigih, Akses Gadung Sari-Pesagi Ditutup Total

Akses jalan penghubung Desa Gadung Sari di Kecamatan Selemadeg Timur menuju Desa Pesagi di Kecamatan Penebel resmi ditutup total mulai Selasa (29/9/2026).

Ketua DPRD Buleleng Sampaikan Kritik Pedas Jajaran Pejabat Pemkab Sering Turun Lapangan: Pemimpin Harus Terpanggil!

Ketua DPRD Buleleng Sampaikan Kritik Pedas Jajaran Pejabat Pemkab Sering Turun Lapangan: Pemimpin Harus Terpanggil!

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk lebih sering turun ke lapangan.

Lubang Capai Setengah Meter, Pemdes Gobleg Tambal Mandiri Jalan Kabupaten Sepanjang 3 Kilometer

Lubang Capai Setengah Meter, Pemdes Gobleg Tambal Mandiri Jalan Kabupaten Sepanjang 3 Kilometer

Pemerintah Desa (Pemdes) Gobleg pun berinisiatif melakukan penambalan secara mandiri demi keselamatan para pengguna jalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer