SINGARAJA, Radar Bali.id-Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng mengusulkan 38 titik blankspot internet ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Kini puluhan titik usulan itu akan segera ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan mengungkapkan pihaknya sudah melakukan survei dan pemeriksaan sinyal ke desa sejak dua tahun lalu. Tujuannya untuk mengetahui titik mana saja yang terkena imbas blank spot.
Hasilnya, diketahui ada 38 titik di Kabupaten Buleleng yang menjadi blank spot internet. Yakni Desa Banyupoh, Patas, Sumberkima, Tukadsumaga, dan Sumberklampok di Kecamatan Gerokgak,Buleleng.
Kemudian Desa Bestala dan Desa Mayong di Kecamatan Seririt. Lalu Desa Nagasepaha di Kecamatan Buleleng. Desa Pedawa di Kecamatan Banjar. Desa Suwug dan Sudaji di Kecamatan Sawan.
Selanjutnya Desa Julah di Kecamatan Tejakula. Desa Pegadungan di Kecamatan Sukasada. Terakhir di Kecamatan Busungbiu ada Desa Bongancina dan Sepang Kelod.
“Ada beberapa penyelesaian yang harus dilakukan secara bertahap, baik itu dari tahun 2024 sampai dengan tahun 2028. Untuk wilayah yang titik internetnya lemah dan sulit dijangkau, salah satunya melakukan penguatan sinyal di titik yang menjadi aduan masyarakat atau desa tersebut,” ungkapnya pada Selasa (14/5/2024) pagi pada salah satu acara di radio swasta.
Suwarmawan menambahkan, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sudah melakukan beberapa opsi optimalisasi. Salah satunya dengan pembangunan Turyapada Tower.
Tentu, keberadaan tower tersebut diharapkan membantu memudahkan 80 persen wilayah yang ada di Kabupaten Buleleng dalam mengakses jaringan TV, hingga pemancar telekomunikasi seluler, dan internet secara maksimal.
Selain itu, untuk saat ini Pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan fasilitas internet gratis BSI di 297 titik di Kabupaten. Meliputi desa adat, puskesmas, Daerah Tujuan Wisata (DTW), serta fasilitas umum.
"Itu artinya di masing-masing desa sudah difasilitasi dengan free wifi. Bahkan satu desa bisa menerima lebih, tergantung dengan wilayahnya," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita