Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Setelah Ramai dan Viral, Jalan Rusak di Kubutambahan Ini Dipastikan Diperbaiki

Francelino Junior • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:15 WIB
MEMANG MEDANNYA TIDAK MUDAH: Pemantauan jalan rusak viral di Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan oleh Wabup Buleleng, Gede Supriatna bersama pelaksana proyek.(francelino Jr)
MEMANG MEDANNYA TIDAK MUDAH: Pemantauan jalan rusak viral di Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan oleh Wabup Buleleng, Gede Supriatna bersama pelaksana proyek.(francelino Jr)

SINGARAJARadar Bali.id - Usai ramai jadi sorotan dan viral di media sosial (medsos), rusaknya jalan penghubung antara Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan menuju Banjar Tegehe, Desa Tambakan di Kecamatan Kubutambahan, kini jalan yang baru saja diaspal akan diperbaiki dan diselesaikan.

Mengingat jalan kabupaten itu masih belum diserahterimakan dan dalam tahap pemeliharaan dari kontraktor selama 180 hari atau hingga Juni 2025.

Hal ini disampaikan Site Manager, Komang Suanita yang mengatakan, kalau kendala utama dalam pengerjaan jalan tersebut akibat cuaca yang tidak menentu, malah cenderung hujan. Hal ini membuat aspal dan beton lambat mengering. 

 Baca Juga: Cegah Risiko Jalan Rusak, Gubernur Koster Prioritas Perbaikan Jalan Raya Payangan-Kintamani

Selain itu, medan juga menjadi kendala dalam pembangunan jalan tersebut. Sebab akses tersebut berada di perbukitan, yang elevasinya lebih parah dari Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Material pun harus diturunkan dulu di bawah, kemudian diangkut kembali selama 1,5 jam melewati jalan memutar ke Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing. Katanya, tanah jalan tersebut juga sangat licin kalau kena air, tetapi ketika kering akan sangat keras.

Diketahui jalan penghubung itu panjangnya 3,5 kilometer dengan lebar tiga meter dan penambahan bahu jalan satu meter. Biaya pengerjaannya pun senilai Rp5,9 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng.

Pengerjaannya dilakukan oleh PT. Reksa Tiga Mitra, pengerjaannya dilakukan akhir 2024. Proyek ini mulai dikerjakan pada masa kepemimpinan Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Pihaknya pun dengan tegas mengaku siap menuntaskan jalan tersebut, meskipun dengan atau tanpa diviralkan di media sosial.

”Besok akan dilakukan overlay di beberapa titik yakni di stationing 1300-1400 dan SDA 800-1050, yang terkelupas kami bongkar semua, lalu isi ulang aspal agar tersambung dengan padat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang langsung turun ke lokasi sambil berjalan kaki, menegaskan pula kalau jalan tersebut memang sangat ekstrem.

Artinya bukan berarti akses tersebut dikerjakan dengan asal-asalan, namun karena kondisi cuaca dan medan yang sulit serta berada di perbukitan Desa Pakisan.

Supriatna meminta Dinas PUTR Buleleng bersama konsultan dan pelaksana proyek, untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan, supaya jalan tersebut dapat digunakan kembali dengan baik. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, akses tersebut digunakan oleh masyarakat sekitar, utamanya kendaraan roda dua.

”Laporannya, selama pengerjaan juga ada longsor, kemudian medan sulit. Pekerjaan ini tergolong sulit tingkatannya. Tapi Pemkab Buleleng dan pelaksana proyek harus komitmen menyelesaikan sesuai dengan perjanjian,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.

Diketahui juga, Pemkab Buleleng baru membayar 30 persen dana proyek tersebut ke pihak pelaksana proyek. Namun fisiknya sudah 85 persen selesai. Sisanya akan dibayarkan, ketika proyek ini tuntas. 

Kedepan, pihaknya berencana mengevaluasi pembuatan kontrak antara Dinas PUTR Buleleng dengan rekanan. Utamanya pada proyek-proyek yang berada di lokasi ekstrem. Sehingga waktu pengerjaannya dalam diperpanjang.

”Karena jalan ini sangat penting, maka harus diselesaikan dengan baik. Walaupun sekarang ini sudah lewat masa kerjanya. Tapi memang karena kondisinya seperti ini, medan sulit dan cuaca kurang mendukung,” tandas Supriatna. [*]

Editor : Hari Puspita
#sorotan #viral #buleleng #Perbaikan #jalan rusak