SINGARAJA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengambil langkah proaktif dalam menyambut "duet" hari raya besar, yakni Hari Suci Nyepi Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sinergi lintas sektor diperkuat untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman di tengah tantangan pemulihan pasca-bencana.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini mencakup tiga pilar: keamanan, stabilitas ekonomi, dan kelayakan infrastruktur.
Sinergi Keamanan dan Pasar Murah
Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Buleleng gencar melakukan operasi pasar guna meredam lonjakan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari raya. "Masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan. Kami pastikan stabilitas harga melalui pasar murah," ujar Sutjidra, Minggu (15/3/2026).
Di sisi lain, petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP akan dikerahkan untuk menjaga titik-titik keramaian seperti objek wisata dan pasar tumpah yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.
Mitigasi Bencana dan Arus Mudik
Mengingat wilayah Buleleng baru saja dilanda bencana banjir bandang, Bupati Sutjidra menginstruksikan percepatan perbaikan jalan dan mitigasi bencana di titik rawan. Sektor transportasi juga menjadi atensi khusus, di mana pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan diperketat guna menjamin keselamatan para pemudik.
"Koordinasi seluruh stakeholder sangat krusial. Kami ingin meminimalisir segala gangguan agar kekhidmatan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini tetap terjaga," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita