Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Penganugerahan Pahlawan Nasional Ida Dewa Agung Jambe (2):Perang Demi Harga Diri

Maulana Sandijaya • Jumat, 17 November 2023 | 02:05 WIB
MELAWAN BELANDA :  Ida Dalem Semara Putra (kiri) bersama istri tercinta, Anak Agung Sayang Mas Parasari dan foto mendiang Ida Dewa Agung Jambe.(foto:dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
MELAWAN BELANDA : Ida Dalem Semara Putra (kiri) bersama istri tercinta, Anak Agung Sayang Mas Parasari dan foto mendiang Ida Dewa Agung Jambe.(foto:dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengungkapkan bahwa  Agung Jambe yang lahir di keraton Semarapura tahun 1855 merupakan anak dari pasangan Ida Dewa Agung Putra III dengan permaisuri Gusti Gde asal Kesiman. Agung Jambe menjalani penobatan sebagai Raja Klungkung XI dengan gelar Ida Dewa Agung Putra IV pada 1904.

ERA kolonial itu begitu rumit. Belanda terus mencengkeram kekuasannya.  Dalam pemerintahan itu terjalin sejumlah kesepakatan dengan Belanda.

Hanya saja lambat laun kesepakatan itu terus menginjak Klungkung sehingga terjadilah perang. Sejak 21 April 1908, Keraton Semarapura ditembaki dengan meriam selama berhari-hari. Pada 28 April, Belanda mulai melancarkan serangan ke ibu kota kerajaan.

“Perang puputan, perang perlawanan Ida Dewa Agung Jambe yang dilancarkan pada tanggal 28 April 1908 sekaligus mengakhiri kekuasaan raja di negara kerajaan Klungkung,” jelasnya.

Melihat kisah itu menurutnya ketokohan Agung Jambe tidak diragukan lagi untuk itu sangat layak diusulkan sebagai pahlawan nasional. Usulan pihak puri itu difasilitasi Pemkab Klungkung yang pada saat itu dipimpin Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tahun 2021. Pengusulan Agung Jambe berjalan lancar dan tanpa pro kontra. “Kami menyiapkan persyaratan administrasi dan teknis pengusulan dengan berkoordinasi ke kemensos,” terangnya.

Guna memperlancar proses pengusulan, dibentuk Tim Peneliti, Pengkaji Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Syarat administrasi diproses cukup singkat mulai Januari-Maret 2021. Tahun 2021, Agung Jambe dinyatakan telah memenuhi persyaratan dan masuk daftar tunggu untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional. “TP2GD terdiri dari unsur Pemda, akademisi, ahli sejarah dan pihak puri,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/editor : maulana sandijaya]

Editor : Hari Puspita
#pahlawan nasional #Ida Dewa Agung Jambe #klungkung