Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Heboh! Jelang Natal dan Tahun Baru, Swalayan di Denpasar Diduga Jual Telur Palsu

Andre Sulla • Senin, 18 Desember 2023 | 01:53 WIB
Beredar telur ayam kampung yang diduga palsu. Telur diduga palsu ini dijual di swalayan di Denpasar.
Beredar telur ayam kampung yang diduga palsu. Telur diduga palsu ini dijual di swalayan di Denpasar.

DENPASAR- Jelang perayaan natal dan tahun baru (nataru), warga kota Denpasar dibuat resah dengan beredarnya telur ayam kampung yang diduga kuat palsu.

Terungkap, setelah salah satu warga membeli telur ayam kampung dari swalayan ternama di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan. Dengan adanya temuan itu, diduga Lembaga Perlindungan Konsumen, Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), juga Satgas Pangan kecolongan.

Temuan telur ayam kampung yang diduga palsu ini terungkap ketika seorang warga Jalan Tukat Badung, sapaan Elan hendak memakan telur yang baru selesai di rebus pada Sabtu malam (15/12).

Setelah kulit telur dilepas, ia melihat isi telur yang baru dibeli di salah satu swalayan di Panjer, Kamis (13/12) itu, tidak seperti telur ayam kampung pada umumnya, atau telur yang biasa ia konsumsi. 

"Saya sendiri yang beli telur-telur ini dua hari lalu, di salah satu swalayan di Panjer. Dari sekian butir telur yang ada dalam satu kotak mika ini, ada dua butir yang diduga kuat palsu," ungkap Elan sembari mengatakan, tentu uji lab yang akan memastikan keaslian telur.

Secara kasat mata, kata dia, setelah direbus isinya padat dan kenyal seperti karet, termasuk lapisan antara kulit dan putih telur sedikit keras, juga beda aroma. 

Dengan adanya temuan ini, Elan yang selalu konsumsi telur ayam kampung mengaku terdapat beda tekstur cangkangnya ketika diketuk menggunakan sendok. Saat dibuka bagian kuning telur dan putihnya terlihat beda teksturnya.

"Berbeda dengan tektur telur asli. Kebetulan saya pecinta telur ayam kampung," tambahnya. 

Secara kasat mata, temuan ini beda dengan telur asli. "Telur yang diduga palsu ini saya amankan," ujar Elan sembari menunjukan kotak mika plastik transparan tempat telur dikemas.

Harga telur satu kotak mika plastik ukuran sedang ini Rp 17.650 rupiah. Warga kota berharap semoga pihak terkait segera mengambil langkah. Sekaligus mengantisipasi peredaran telur diduga palsu, agar tidak kecolongan. ***

Editor : Donny Tabelak
#bpom #swalayan #satgas pangan #nataru #telur palsu