Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemkot Denpasar Atensi Kerusakan Jalan Sepanjang 38.796 Km, Begini Kata PUPR

Putu Honey Dharma Putri Widarsana • Minggu, 28 Januari 2024 | 13:50 WIB
TARIK ULUR: Jalan Karya Makmur di Ubung Denpasar salah satu ruas jalan rusak yang konon tak bisa diperbaiki karena bukan jalan daerah.
TARIK ULUR: Jalan Karya Makmur di Ubung Denpasar salah satu ruas jalan rusak yang konon tak bisa diperbaiki karena bukan jalan daerah.

DENPASAR, radarbali.id - Meski sebagian besar sudah berhasil, infrastruktur jalan di Kota Denpasar jadi sorotan. Kondisi ini konon diupayakan untuk diperbaiki oleh pemerintah. Namun, hingga kini puluhan kilometer masih rusak .

Berdasarkan hasil survei lapangan, kondisi jalan di Kota Denpasar pada tahun 2023 total panjang 486,084 Km.

Dengan total jalanan kota sepanjang itu, survei juga memaparkan beberapa kondisinya, hal ini disampikan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar yakni A.A Ngurah Bagus Airawata kepada Radar Bali Sabtu (27/1/2024). 

Ia menjelaskan kondisi jalan baik di kota Denpasar berdasarkan survey sepanjang 357.045 Km (73,45%), lalu kondisi sedang terhitung sepanjang 69.376 Km (14.27%).

Tak hanya itu ada pula jalan dengan kondisi rusak yang dikategorikan lagi menjadi dua, yakni rusak ringan sepanjang 20.869 Km (4,29%) sedangkan jalan di Kota Denpasar yang dikategorikan rusak parah diperkirakan sepanjang 38.796 Km (7,98%).

“Panjang jalan yang rusak sesuai dengan hasil survei yang disampaikan dan Jalan LC (Lean Concrete) yang belum tertangani. Seperti Jalan Surapati, Hasunudin, Thamrin, Setiabudi, dan Cokrominoto Denpasar,”ungkap Kepala Dinas.

Menurutnya kerusakan jalan di Denpasar yang paling parah terletak di Jalan LC yang belum diaspal.

“Pada ruas jalan kota rusaknya keropos dan juga melendut akibat utilitas, PDAM, PLN, DSDP dan FO, disamping kondisi drainase jalanya masih bermasalah. Sedangkan untuk yang keropos karena umur rencana sudah terlewati,”tambahnya.

Tentu saja terdapat beberapa faktor penyebab kerusakan jalan itu terjadi. Ia menuturkan bahwa jalan bisa saja mengalami kerusakan akibat beban kendaraan, cuaca, tanaman perindang yang kian bertumbuh hingga akarnya merambat kepermukaan tanah, serta permasalahan drainase.

Beberapa permasalahan tersebut kemudian ditanggulangi dengan melakukan perawatan rutin pada jalan yang rusak ringan dan melakukan upaya besar seperti rekontruksi, rehabilitasi yang berkala.

Hingga kini pembiyaan dalam upaya menanggulngi jalan rusak di Denpasar dijelaskan menggunakan anggaran yang diusulakan oleh Dinas PUPR Kora Denpasar ke Pusat dan KPBU.

Bahkan Kepala Dinas menerangkan bahwa pembenahan menggunakan pola betonisasi dinilai memerlukan biaya yang tinggi namu juga perawatan yang sulit. 

“Kami memprogramkan penanggulangan jalan rusak sesuai dengan kondisi, konektivitas, dan sistem jaringan jalan yang sudah terintegrasi. Kerusakaan jalan saat ini, terjadi karena keterbatasan dana, masa pandemi, serta cuaca. Hal ini terutama pada ruas jalan yang memiliki drainase yang rusak,”terangnya.***

Editor : M.Ridwan
#kota denpasar #infrastruktur #Rusak Parah #jalan rusak