Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Permodalan dan Dorong Peningkatan Free Float, Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI

A
Penulis: Admin Radar Bali❯
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo (kiri) bersama Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin (kanan) berbincang bersama sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo (kiri) bersama Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin (kanan) berbincang bersama sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta.

Advertisement

 

JAKARTA, radarbali.jawapos.com  — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau Rights Issue.

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (6/11).

Advertisement

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, Rights Issue merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float).

Kedua langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis BSI, memperluas partisipasi investor, serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri perbankan dan pasar modal.

Advertisement

Menurut Anggoro, peningkatan   free float merupakan langkah yang telah lama dinantikan pasar.

Dengan porsi free float saat ini sekitar 9,9%, peningkatan kepemilikan saham publik diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk bagi investor institusi dan global yang menjadikan tingkat free float sebagai salah satu pertimbangan dalam keputusan investasi.

Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi BSI untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global.

"Kami melihat peningkatan free float sebagai momentum untuk memperluas basis investor BSI dan meningkatkan daya tarik saham Perseroan di pasar modal.

Advertisement
Editor : Rosihan Anwar

Artikel Terkait

Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak, BSI Pecahkan Rekor MURI!

Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak, BSI Pecahkan Rekor MURI!

Pencapaian tersebut melibatkan 3.561 nasabah yang berhasil membuka rekening Tabungan Emas dalam kurun waktu tujuh jam, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, Rabu (4/11).

BSI Siap Garap Peluang Payroll Syariah di Ekosistem BUMN, Didukung Danantara

BSI Siap Garap Peluang Payroll Syariah di Ekosistem BUMN, Didukung Danantara

BSI melihat payroll bukan sekadar layanan penerimaan gaji, tetapi juga pintu masuk untuk membangun hubungan finansial jangka panjang dengan nasabah.

ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri, Kejar Pangsa Pasar 20%

ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri, Kejar Pangsa Pasar 20%

Untuk menuju pangsa pasar 20%, perbankan syariah membutuhkan keberpihakan kebijakan yang semakin kuat, skala usaha yang memadai, serta keunikan produk dan kapabilitas bisnis yang semakin luas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer