25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Dominasi Tiongkok Luntur, Australia, Malaysia, dan India Market Baru

DENPASAR – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok sejak awal tahun hingga saat ini turun drastis.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, wisman asal Tiongkok kalah dengan kunjungan wisman asal Australia, India, dan juga Malaysia.

Penurunan terlihat dari jumlah kunjungan pada bulan November yang mencapai 85.898 orang, di bulan Desember 2017 turun jadi 11.530 dengan persentase penurunan 86,58 persen.

Dibandingkan bulan Desember 2017 dengan Desember 2016 penurunan tercatat sebanyak 86,23 persen.

 Kunjungan wisman Tiongkok tertinggi terjadi pada bulan Agustus yang mencapai 156.761 orang. Kadis Pariwisata Badung I Made Badra mengungkapkan, penurunan tersebut terjadi lantaran aktivitas Gunung Agung yang meningkat.

Puncak penurunan terjadi pada saat erupsi yang membuat operasional bandara Ngurah Rai tutup selama beberapa hari.

Baca Juga:  Banyak Kesamaan Potensi, Berharap Bisa Berkolaborasi di Semua Sektor

“Memang belum pulih normal. Selain ada pengaruh Gunung Agung, juga karena memasuki low season,” ujar Badra.

Kondisi ini menjadi tantangan dunia Pariwisata Badung untuk mengembalikan kunjungan ke arah normal.

Tiga besar dengan jumlah kunjungan wisman tertinggi pada bulan Desember 2017 adalah Australia dengan jumlah kunjungan 79.222 orang, India 29.123 orang, dan Malaysia dengan jumlah kunjungan 15.585 orang. 



DENPASAR – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok sejak awal tahun hingga saat ini turun drastis.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, wisman asal Tiongkok kalah dengan kunjungan wisman asal Australia, India, dan juga Malaysia.

Penurunan terlihat dari jumlah kunjungan pada bulan November yang mencapai 85.898 orang, di bulan Desember 2017 turun jadi 11.530 dengan persentase penurunan 86,58 persen.

Dibandingkan bulan Desember 2017 dengan Desember 2016 penurunan tercatat sebanyak 86,23 persen.

 Kunjungan wisman Tiongkok tertinggi terjadi pada bulan Agustus yang mencapai 156.761 orang. Kadis Pariwisata Badung I Made Badra mengungkapkan, penurunan tersebut terjadi lantaran aktivitas Gunung Agung yang meningkat.

Puncak penurunan terjadi pada saat erupsi yang membuat operasional bandara Ngurah Rai tutup selama beberapa hari.

Baca Juga:  MENYEDIHKAN! Tiongkok Jual Murah Paket Wisata ke Bali, Ini Modusnya…

“Memang belum pulih normal. Selain ada pengaruh Gunung Agung, juga karena memasuki low season,” ujar Badra.

Kondisi ini menjadi tantangan dunia Pariwisata Badung untuk mengembalikan kunjungan ke arah normal.

Tiga besar dengan jumlah kunjungan wisman tertinggi pada bulan Desember 2017 adalah Australia dengan jumlah kunjungan 79.222 orang, India 29.123 orang, dan Malaysia dengan jumlah kunjungan 15.585 orang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/