alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Bekraf Rilis Aplikasi Pembukuan Berbasis Android, Sasar Pelaku UKM

RadarBali.com – Kemajuan teknologi di hampir sebagian sektor usaha adalah sebuah keniscayaan. Salah satu terobosan terbaru yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah meluncurkan aplikasi berbasis android untuk memudahkan pelaku usaha membuat laporan keuangan.

Direktur Akses Perbankan Bekraf Restog K. Kusuma mengungkapkan, pengelolaan keuangan berbasis android yang diluncurkan Bekraf diharapkan mampu mendongkrak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa naik kelas.

Dengan membuat laporan keuangan sederhana bagi para pelaku UKM diharapkan mampu memberi track record keuangan agar bisa terlacak selama proses UKM beroperasi.

“Jadi, dengan aplikasi ini pelaku usaha bisa meng-input laporan keuangan selama satu minggu atau satu bulan sekali dengan mudah tanpa harus repot menulis,” ujar Restog.

Baca Juga:  Digelar Online, Transaksi di Denfest 2020 Capai Rp 2 M dalam Dua Bulan

Menurutnya, dengan adanya laporan keuangan pihak perbankan yang ingin menyalurkan kredit bisa lebih mudah menghitung resiko yang timbul ketika perbankan akan menyalurkan permodalan.

“Terlebih laporan ini bisa dicetak, ini akan menjadi lebih gampang menganalisis resikonya,” jelasnya. Kata dia, aplikasi laporan keuangan ini bisa menjangkau semua usaha termasuk dari 16 sub sektor yang dimiliki Bekraf.

Dengan adanya laporan keuangan yang dimiliki pelaku usaha, dapat mengumpulkan bukti transaksi keuangan yang nanti akan tersusun secara otomatis oleh aplikasi ini.

“Sepanjang dia memiliki usaha, dia bisa mencatat transaksi keuangannya,” kata Restog. Namun, lagi-lagi kembali pada pelaku usaha itu sendiri.

Meski sudah mudah dan sederhana, jika tidak ada keinginan untuk disiplin dan kesadaran untuk membuat laporan keuangan, tetap tidak akan bisa.

Baca Juga:  Rp 161 Triliun Kredit Mikro BRI Tersalurkan ke Sektor Pertanian

“Minimal dia mencatat sebulan sekali atau seminggu lebih bagus,” paparnya. Dia menambahkan, setiap pelaku usaha khususnya di Bekraf, dalam mengembangkan usaha, para pelaku UKM butuh modal pinjaman.

Sebab itu pihaknya memfasilitasi dengan bank bagaimana memenuhi kebutuhan permodalan. “Kami juga mendidik pelaku usaha untuk bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh bank, salah satunya adalah laporan keuangan ini,” beber dia.



RadarBali.com – Kemajuan teknologi di hampir sebagian sektor usaha adalah sebuah keniscayaan. Salah satu terobosan terbaru yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah meluncurkan aplikasi berbasis android untuk memudahkan pelaku usaha membuat laporan keuangan.

Direktur Akses Perbankan Bekraf Restog K. Kusuma mengungkapkan, pengelolaan keuangan berbasis android yang diluncurkan Bekraf diharapkan mampu mendongkrak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa naik kelas.

Dengan membuat laporan keuangan sederhana bagi para pelaku UKM diharapkan mampu memberi track record keuangan agar bisa terlacak selama proses UKM beroperasi.

“Jadi, dengan aplikasi ini pelaku usaha bisa meng-input laporan keuangan selama satu minggu atau satu bulan sekali dengan mudah tanpa harus repot menulis,” ujar Restog.

Baca Juga:  Pencairan Ngadat, Tuntut Pembagian PHR Berjalan Transparan

Menurutnya, dengan adanya laporan keuangan pihak perbankan yang ingin menyalurkan kredit bisa lebih mudah menghitung resiko yang timbul ketika perbankan akan menyalurkan permodalan.

“Terlebih laporan ini bisa dicetak, ini akan menjadi lebih gampang menganalisis resikonya,” jelasnya. Kata dia, aplikasi laporan keuangan ini bisa menjangkau semua usaha termasuk dari 16 sub sektor yang dimiliki Bekraf.

Dengan adanya laporan keuangan yang dimiliki pelaku usaha, dapat mengumpulkan bukti transaksi keuangan yang nanti akan tersusun secara otomatis oleh aplikasi ini.

“Sepanjang dia memiliki usaha, dia bisa mencatat transaksi keuangannya,” kata Restog. Namun, lagi-lagi kembali pada pelaku usaha itu sendiri.

Meski sudah mudah dan sederhana, jika tidak ada keinginan untuk disiplin dan kesadaran untuk membuat laporan keuangan, tetap tidak akan bisa.

Baca Juga:  BRI Dinobatkan Sebagai “Best Private Bank for HNWIs Indonesia”

“Minimal dia mencatat sebulan sekali atau seminggu lebih bagus,” paparnya. Dia menambahkan, setiap pelaku usaha khususnya di Bekraf, dalam mengembangkan usaha, para pelaku UKM butuh modal pinjaman.

Sebab itu pihaknya memfasilitasi dengan bank bagaimana memenuhi kebutuhan permodalan. “Kami juga mendidik pelaku usaha untuk bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh bank, salah satunya adalah laporan keuangan ini,” beber dia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/