alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Pendapatan Stagnan, PDAM Gianyar Kaji Kenaikan Tarif Air

RadarBali.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar berencana menaikkan tarif air tahun 2018 mendatang.

Kenaikan tersebut akan diusulkan PDAM ke bupati dan minta dukungan DPRD. Ada beberapa pertimbangan yang membuat tarif air dinaikkan.

Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana beralasan, tarif air tidak pernah naik sejak tujuh tahun terakhir.

“Kenaikan juga untuk meningkatkan produksi air dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Sastra Kencana kemarin.

Menurut Sastra Kencana, selama ini produksi air di Gianyar terus meningkat. “Tapi, pendapatan stagnan. Setelah dihitung, ada Rp 400 juta yang seharusnya jadi pendapatan, ini yang kami manfaatkan,” katanya.

Menurut Sastra, kenaikan ini nanti berdasar Permendagri No. 70 Tahun 2016 tentang Tarif. “Sesuai Permendagri, ada struktur yang perlu di ubah dulu. Karena ada komponen penunjang tarif,” jelasnya.

Salah satu komponen penunjang kenaikan tarif adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gianyar. Itu artinya, taraf hidup masyarakat menjadi komponen dasar mengenai kebijakan tarif.

Setelah menghitung komponen itu, pihak PDAM Gianyar memperoleh angka. “Berdasar itu, maka kenaikan hampir menyentuh 30 persen,” jelasnya.

Komponen lainnya, akan melihat kapasitas listrik di setiap rumah. “Kalau listriknya 350 watt dan di bawah 900 watt, tidak naik. Di atas 900 watt, misalnya 1300 watt pasti kena kenaikan,” bebernya.

Melalui sistem itu, rencana tarif baru nanti, maka akan terjadi subsidi silang. “Jadi, orang kaya membantu yang miskin. Dan yang kaya tetap ada subsidi,” tandasnya.

Melalui kenaikan tarif ini, lanjut Sastra, akan berdampak pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika pada 2017 PAD dari air mencapai Rp 500 juta, maka tahun 2018 mendatang, ditarget menjadi Rp 600 juta.

“Sebelum naik, kami pasti sosialisasikan ke masyarakat dulu,” tukasnya. Untuk memastikan tarif air layak dinaikkan, PDAM Gianyar berusaha memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Pihaknya rutin menggelar step test atau mengecek kandungan layak air terhadap air yang berada di 32 zona. Tes terhadap air itu rutin dilakukan setiap minggu di hari Jumat.

Sastra Kencana menambahkan, dari hasil tes kali ini memang ada beberapa daerah yang airnya masih keruh. Itu tak lain karena banyak proyek di daerah itu.

Beberapa pipa sempat terkena proyek sehingga mempengaruhi kualitas air. Pihaknya menjamin, apabila proyek rampung dan tidak ada mengenai pipa PDAM, maka masyarakat bisa terlayani. 



RadarBali.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar berencana menaikkan tarif air tahun 2018 mendatang.

Kenaikan tersebut akan diusulkan PDAM ke bupati dan minta dukungan DPRD. Ada beberapa pertimbangan yang membuat tarif air dinaikkan.

Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana beralasan, tarif air tidak pernah naik sejak tujuh tahun terakhir.

“Kenaikan juga untuk meningkatkan produksi air dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Sastra Kencana kemarin.

Menurut Sastra Kencana, selama ini produksi air di Gianyar terus meningkat. “Tapi, pendapatan stagnan. Setelah dihitung, ada Rp 400 juta yang seharusnya jadi pendapatan, ini yang kami manfaatkan,” katanya.

Menurut Sastra, kenaikan ini nanti berdasar Permendagri No. 70 Tahun 2016 tentang Tarif. “Sesuai Permendagri, ada struktur yang perlu di ubah dulu. Karena ada komponen penunjang tarif,” jelasnya.

Salah satu komponen penunjang kenaikan tarif adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gianyar. Itu artinya, taraf hidup masyarakat menjadi komponen dasar mengenai kebijakan tarif.

Setelah menghitung komponen itu, pihak PDAM Gianyar memperoleh angka. “Berdasar itu, maka kenaikan hampir menyentuh 30 persen,” jelasnya.

Komponen lainnya, akan melihat kapasitas listrik di setiap rumah. “Kalau listriknya 350 watt dan di bawah 900 watt, tidak naik. Di atas 900 watt, misalnya 1300 watt pasti kena kenaikan,” bebernya.

Melalui sistem itu, rencana tarif baru nanti, maka akan terjadi subsidi silang. “Jadi, orang kaya membantu yang miskin. Dan yang kaya tetap ada subsidi,” tandasnya.

Melalui kenaikan tarif ini, lanjut Sastra, akan berdampak pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika pada 2017 PAD dari air mencapai Rp 500 juta, maka tahun 2018 mendatang, ditarget menjadi Rp 600 juta.

“Sebelum naik, kami pasti sosialisasikan ke masyarakat dulu,” tukasnya. Untuk memastikan tarif air layak dinaikkan, PDAM Gianyar berusaha memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Pihaknya rutin menggelar step test atau mengecek kandungan layak air terhadap air yang berada di 32 zona. Tes terhadap air itu rutin dilakukan setiap minggu di hari Jumat.

Sastra Kencana menambahkan, dari hasil tes kali ini memang ada beberapa daerah yang airnya masih keruh. Itu tak lain karena banyak proyek di daerah itu.

Beberapa pipa sempat terkena proyek sehingga mempengaruhi kualitas air. Pihaknya menjamin, apabila proyek rampung dan tidak ada mengenai pipa PDAM, maka masyarakat bisa terlayani. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/