alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Distribusi Tersendat, Harga Kebutuhan Pokok Naik Berlipat

SEMARAPURA – Harga bumbu dapur di Kabupaten Klungkung mengalami peningkatan harga sejak Hari Raya Idul Fitri.

Ini terjadi lantaran tidak ada pendistribusian produk pangan tersebut dari Jawa dan Lombok. Berdasar pengalaman sebelum-sebelumnya, penurunan harga akan terjadi mulai 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Berdasar pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Klungkung, Kasubag Perekonomian Sekda Klungkung Tjokorda Istri Agung Wiradnyani,

sebagian besar harga komoditas atau bahan pangan pokok di tingkat pengecer mengalami peningkatan harga.

Seperti bawang putih yang sebelumnya Rp 18 ribu per kg menjadi Rp 20 ribu per kg. Kemudian cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 17 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

Baca Juga:  Satu Truk Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM di Denpasar

Begitu juga dengan telur ayam ras yang sebelumnya Rp 16 ribu per kg, kini menjadi Rp 24 ribu per kg. “Daging ayam ras yang sebelumnya Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg,” bebernya.

Menurutnya, peningkatan harga itu terjadi sejak satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ini terjadi lantaran tidak ada pendistribusian produk pangan tersebut dari Jawa dan Lombok.

Sementara peningkatan harga bawang putih terjadi lantaran terjadinya peningkatan permintaan.

“Harga daging ayam mulai mengalami kenaikan karena pasokan mulai berkurang, serta permintaan mulai meningkat.

Adapun saat musim panen ayam, sempat membuat harga daging ayam berada pada titik terendah Rp 25 ribu per kg,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hidrolik Dermaga Rusak, Kebutuhan Pokok ke Nusa Dikirim Pakai Jukung

Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, pendistribusian kebutuhan pokok akan kembali normal 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Sehingga dimungkinkan harga kebutuhan pokok sejumlah komoditi tersebut akan mengalami penurunan pada saat itu. “Jadi pendistribusian akan normal kembali sekitar 10 hari setelah Lebaran,” katanya.

Sementara itu untuk harga bawang merah menurutnya masih cukup tinggi. Meski begitu, bawang merah mulai mengalami penurunan harga di tingkat pengecer.

“Harga bawang merah cukup bervariasi, tergantung kualitas. Bawang merah Bima kualitas super itu harganya Rp 38 ribu per kg dari sebelumnya Rp 40 ribu per kg,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Harga bumbu dapur di Kabupaten Klungkung mengalami peningkatan harga sejak Hari Raya Idul Fitri.

Ini terjadi lantaran tidak ada pendistribusian produk pangan tersebut dari Jawa dan Lombok. Berdasar pengalaman sebelum-sebelumnya, penurunan harga akan terjadi mulai 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Berdasar pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Klungkung, Kasubag Perekonomian Sekda Klungkung Tjokorda Istri Agung Wiradnyani,

sebagian besar harga komoditas atau bahan pangan pokok di tingkat pengecer mengalami peningkatan harga.

Seperti bawang putih yang sebelumnya Rp 18 ribu per kg menjadi Rp 20 ribu per kg. Kemudian cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 17 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

Baca Juga:  Berkah Galungan! Harga Bunga Gumitir Mahal, Petani Untung Besar

Begitu juga dengan telur ayam ras yang sebelumnya Rp 16 ribu per kg, kini menjadi Rp 24 ribu per kg. “Daging ayam ras yang sebelumnya Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg,” bebernya.

Menurutnya, peningkatan harga itu terjadi sejak satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ini terjadi lantaran tidak ada pendistribusian produk pangan tersebut dari Jawa dan Lombok.

Sementara peningkatan harga bawang putih terjadi lantaran terjadinya peningkatan permintaan.

“Harga daging ayam mulai mengalami kenaikan karena pasokan mulai berkurang, serta permintaan mulai meningkat.

Adapun saat musim panen ayam, sempat membuat harga daging ayam berada pada titik terendah Rp 25 ribu per kg,” ungkapnya.

Baca Juga:  Harga Cabai Merah di Bali Meroket Hingga Rp 100 Ribu per Kilogram

Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, pendistribusian kebutuhan pokok akan kembali normal 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Sehingga dimungkinkan harga kebutuhan pokok sejumlah komoditi tersebut akan mengalami penurunan pada saat itu. “Jadi pendistribusian akan normal kembali sekitar 10 hari setelah Lebaran,” katanya.

Sementara itu untuk harga bawang merah menurutnya masih cukup tinggi. Meski begitu, bawang merah mulai mengalami penurunan harga di tingkat pengecer.

“Harga bawang merah cukup bervariasi, tergantung kualitas. Bawang merah Bima kualitas super itu harganya Rp 38 ribu per kg dari sebelumnya Rp 40 ribu per kg,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/