alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

HMI Group-Siemens Healthineers Bangun Kemitraan Asia Tenggara

DENPASAR, Radar Bali – Health Management International (HMI Group) dan Siemens Healthineers mengadakan kemitraan strategis selama 5 tahun untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari kemitraan yang merupakan pertama kalinya di kawasan ini, HMI Group akan berinvestasi lebih dari SGD 32 juta atau sekitar Rp350 miliar untuk menyediakan teknologi medis inovatif dan platform digitalisasi, meningkatkan pendidikan klinis, dan pengembahan lebih lanjut dari Pusat Keunggulan (Centres of Excellences/CoEs) untuk area-area klinis utama yakni kanker, ilmu saraf (Neuroscience), dan penyakit kardiovaskular. Investasi ini merupakan komponen utama dari inisiatif ekspansi HMI Group yang sedang berlangsung di StarMed Specialist Centre di Singapura dan rumah sakit tersier di Malaysia – Mahkota Medical Centre (Mahkota) di Melaka dan Regency Specialist Hospital (Regency) di Johor.

 

Ms Chin Wei Jia, Group CEO HMI Group berkata, “Kemitraan strategis ini akan memungkinkan fasilitas medis HMI Group untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, sekaligus menjadi situs referensi utama untuk Siemens Healthineers di Asia Tenggara. Mengingat perawatan pasien merupakan fokus utama kami, kemitraan ini akan mempercepat penerapan kesehatan yang terhubung (connected health) yang akan memberikan akses yang lebih cepat ke perawatan, sambil membangun telehealth dan kemampuan analitik prediktif yang dapat disesuaikan, yang semuanya akan sangat membantu dalam memberikan pengalaman yang lebih baik dalam perjalanan pasien kami menuju kesehatan yang lebih baik pula.”  

 

Menangani Penyakit Tidak Menular (PTM) di Asia Tenggara

Baca Juga:  Bali Water Protection Fokus Masa Depan Air di Bali

Sekitar 62% dari seluruh kematian di Asia Tenggara disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, gangguan kardiovaskular, dan diabetesi. Menurut WHO, PTM menjadi penyebab 73% dari seluruh kematian di Indonesia. Sekitar 15% populasi berisiko terkena kanker dan 9,4% berisiko meninggal akibat kanker sebelum usia 75 tahun.ii Mengingat prevalensi PTM yang semakin meningkat, pemerintah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, yang salah satunya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi penyakit atau gangguan kesehatan sejak dini.iii Oleh karena itu, deteksi dini dan perawatan yang disesuaikan menggunakan teknologi inovatif, sambil terus meningkatkan pengetahuan klinis, menjadi sangat penting untuk mengatasi peningkatan kasus PTM.

 

Pengembangan lebih lanjut Pusat Keunggulan di bidang klinis kanker, ilmu saraf, dan penyakit kardiovaskular, adalah bagian dari rencana HMI Group untuk memperdalam penggunaan kesehatan digital, big data, dan diagnosis presisi, untuk mengubah bagaimana perawatan kesehatan diberikan dan bagaimana pasien mendapatkan pengalaman perawatan tersebut. Terlebih lagi, mengingat seluruh negara masih berada di dalam tahap pemulihan dari pandemi COVID-19 dan beban PTM pada populasi yang menua. 

 

 

 

Digitalisasi untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien

Teknologi digital akan memainkan peran yang semakin penting dalam mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan seperti meningkatkan akses dan kualitas perawatan. Kemitraan jangka panjang ini akan mendukung penyediaan perawatan yang lebih holistik kepada pasien dengan adopsi digitalisasi. Artificial Intelligence (AI), pemantauan jarak jauh, telehealth, adalah beberapa tren dalam industri kesehatan baik saat ini maupun di masa yang akan datang, yang akan menjadi bagian dari pengembangan Pusat Keunggulan di HMI Group.

Baca Juga:  Listrik di Nusa Penida Byar Pet, PLN Salahkan Tokek, Tikus, dan Ular

Teknologi Biomatrix Siemens Healthineers yang didukung oleh AI dalam pemindai (scanner) MRI-nya, akan memungkinkan pemindaian dengan menyesuaikan pada masing-masing pasien secara otomatis. Hal ini akan menghasilkan keyakinan yang lebih tinggi akan diagnostik, pemindaian ulang yang lebih sedikit, dan penjadwalan yang lebih bisa diprediksi. Dengan aplikasi manajemen kinerja teamplay dan layanan konsultasi kesehatan, HMI Group dapat membuat keputusan yang cepat dan terinformasi dengan baik untuk lebih meningkatkan kualitas perjalanan pengobatan pasien secara keseluruhan dengan menghapuskan halangan, seperti lamanya waktu tunggu pasien dan pelaporan. 

 

Kolaborasi dengan HMI Group yang terjalin sejak awal tahun ini, merupakan Value Partnership jangka panjang. Model kemitraan dengan Siemens Healthineers ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mengoptimalisasi proses bisnis, memperluas kemampuan, dan mempercepat inovasi. Kolaborasi ini mencakup seluruh portofolio Siemens Healthineers, untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih dari sekedar peralatan. Value Partnerships dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sepenuhnya. Siemens Healthineers telah membentuk Value Partnerships dengan banyak penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Hamilton Health Sciences di Kanada, University of Missouri System di Amerika Serikat, Dallah Health Company di Arab Saudi, dan Braunschweig Municipal Hospital di Jerman.

 

 

DENPASAR, Radar Bali – Health Management International (HMI Group) dan Siemens Healthineers mengadakan kemitraan strategis selama 5 tahun untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari kemitraan yang merupakan pertama kalinya di kawasan ini, HMI Group akan berinvestasi lebih dari SGD 32 juta atau sekitar Rp350 miliar untuk menyediakan teknologi medis inovatif dan platform digitalisasi, meningkatkan pendidikan klinis, dan pengembahan lebih lanjut dari Pusat Keunggulan (Centres of Excellences/CoEs) untuk area-area klinis utama yakni kanker, ilmu saraf (Neuroscience), dan penyakit kardiovaskular. Investasi ini merupakan komponen utama dari inisiatif ekspansi HMI Group yang sedang berlangsung di StarMed Specialist Centre di Singapura dan rumah sakit tersier di Malaysia – Mahkota Medical Centre (Mahkota) di Melaka dan Regency Specialist Hospital (Regency) di Johor.

 

Ms Chin Wei Jia, Group CEO HMI Group berkata, “Kemitraan strategis ini akan memungkinkan fasilitas medis HMI Group untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, sekaligus menjadi situs referensi utama untuk Siemens Healthineers di Asia Tenggara. Mengingat perawatan pasien merupakan fokus utama kami, kemitraan ini akan mempercepat penerapan kesehatan yang terhubung (connected health) yang akan memberikan akses yang lebih cepat ke perawatan, sambil membangun telehealth dan kemampuan analitik prediktif yang dapat disesuaikan, yang semuanya akan sangat membantu dalam memberikan pengalaman yang lebih baik dalam perjalanan pasien kami menuju kesehatan yang lebih baik pula.”  

 

Menangani Penyakit Tidak Menular (PTM) di Asia Tenggara

Baca Juga:  Kurang Anggaran Rp 56 Miliar, Proyek Pasar Banyuasri Terancam Molor

Sekitar 62% dari seluruh kematian di Asia Tenggara disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, gangguan kardiovaskular, dan diabetesi. Menurut WHO, PTM menjadi penyebab 73% dari seluruh kematian di Indonesia. Sekitar 15% populasi berisiko terkena kanker dan 9,4% berisiko meninggal akibat kanker sebelum usia 75 tahun.ii Mengingat prevalensi PTM yang semakin meningkat, pemerintah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, yang salah satunya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi penyakit atau gangguan kesehatan sejak dini.iii Oleh karena itu, deteksi dini dan perawatan yang disesuaikan menggunakan teknologi inovatif, sambil terus meningkatkan pengetahuan klinis, menjadi sangat penting untuk mengatasi peningkatan kasus PTM.

 

Pengembangan lebih lanjut Pusat Keunggulan di bidang klinis kanker, ilmu saraf, dan penyakit kardiovaskular, adalah bagian dari rencana HMI Group untuk memperdalam penggunaan kesehatan digital, big data, dan diagnosis presisi, untuk mengubah bagaimana perawatan kesehatan diberikan dan bagaimana pasien mendapatkan pengalaman perawatan tersebut. Terlebih lagi, mengingat seluruh negara masih berada di dalam tahap pemulihan dari pandemi COVID-19 dan beban PTM pada populasi yang menua. 

 

 

 

Digitalisasi untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien

Teknologi digital akan memainkan peran yang semakin penting dalam mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan seperti meningkatkan akses dan kualitas perawatan. Kemitraan jangka panjang ini akan mendukung penyediaan perawatan yang lebih holistik kepada pasien dengan adopsi digitalisasi. Artificial Intelligence (AI), pemantauan jarak jauh, telehealth, adalah beberapa tren dalam industri kesehatan baik saat ini maupun di masa yang akan datang, yang akan menjadi bagian dari pengembangan Pusat Keunggulan di HMI Group.

Baca Juga:  Redam Impor Daging, Bali Genjot 61 Ribu Sapi Bunting Tahun Ini

Teknologi Biomatrix Siemens Healthineers yang didukung oleh AI dalam pemindai (scanner) MRI-nya, akan memungkinkan pemindaian dengan menyesuaikan pada masing-masing pasien secara otomatis. Hal ini akan menghasilkan keyakinan yang lebih tinggi akan diagnostik, pemindaian ulang yang lebih sedikit, dan penjadwalan yang lebih bisa diprediksi. Dengan aplikasi manajemen kinerja teamplay dan layanan konsultasi kesehatan, HMI Group dapat membuat keputusan yang cepat dan terinformasi dengan baik untuk lebih meningkatkan kualitas perjalanan pengobatan pasien secara keseluruhan dengan menghapuskan halangan, seperti lamanya waktu tunggu pasien dan pelaporan. 

 

Kolaborasi dengan HMI Group yang terjalin sejak awal tahun ini, merupakan Value Partnership jangka panjang. Model kemitraan dengan Siemens Healthineers ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mengoptimalisasi proses bisnis, memperluas kemampuan, dan mempercepat inovasi. Kolaborasi ini mencakup seluruh portofolio Siemens Healthineers, untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih dari sekedar peralatan. Value Partnerships dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sepenuhnya. Siemens Healthineers telah membentuk Value Partnerships dengan banyak penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Hamilton Health Sciences di Kanada, University of Missouri System di Amerika Serikat, Dallah Health Company di Arab Saudi, dan Braunschweig Municipal Hospital di Jerman.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/