alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

17 Orang Dilatih Jadi Barista, 5 Orang Tancap Gas Buka Coffee Shop

GIANYAR – Pelatihan barista yang digelar Pemerintah Kabupaten Gianyar selama 20 hari membuahkan hasil. Dari 17 alumni pelatihan, lima barista di antaranya telah membuka usaha coffee shop. 

 

Di antaranya I Wayan Dede Ananda Kusuma mendirikan Istoria Coffee; I Made Aditya Darma Putra mendirikan  Speed Coffee juga kini menjadi pengajar barista di IPB Internasional Bali; I Gusti Ayu Reina Cahyanti mendirikan Simpang Coffee juga menjadi pengajar ekstrakurikuler di SMK Pariwisata; Kadek Eric Saputra mendirikan Nepi Kopi; dan Kadek Agus Darsana Budi mendirikan Mondela Coffee. Agus Darsana rencananya segera membuka cabang baru di Denpasar. 

 

 

Mereka berani dan telah berhasil mempraktekkan program PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup) yang telah diberikan Pemkab Gianyar. Melalui pelatihan Barista tersebut mereka memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 

Baca Juga:  GAWAT!!Sering Copas Anggaran, Plh Bupati Warning OPD

 

- Advertisement -

Penggagas kegiatan, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selaku ketua TP PKK Gianyar mengaku bangga.

 

“Saya bangga. Pelatihan ini telah berhasil membentuk wirausaha-wirausaha muda, pelatihan yang kami berikan bermanfaat bagi mereka, dan ilmu yang mereka dapatkan ini sudah bersertifikasi nasional,” ujarnya.

 

 

Kata dia, pelatihan selama 20 hari memperoleh sertifikat yang diakui secara nasional. “Ini luar biasa,” ujarnya semringah. 

 

Baginya, kesuksesan dari pelatihan barista tersebut terbukti saat para peserta yang mengikuti pelatihan mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Program PKH pelatihan barista tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak muda generasi milenial untuk memiliki sebuah skill meracik kopi. 

 

Baca Juga:  Apes, Didata Sejak 2015, Proyek Bedah Rumah Tak Kunjung Datang

 

“Karena saat ini tidak hanya orang tua saja yang minum kopi. Namun kalangan anak muda banyak penikmat kopi,” jelasnya.

 

Sehingga banyak cafe, coffee shop ataupun kedai kopi yang dilihat di sepanjang jalan. “Ini sudah menjadi trend anak muda, sehingga inilah yang menjadi dasar kami membuat pelatihan Barista yang berbasis kompetensi,” jelasnya.

 

 

Dirinya berharap, barista yang belum menerapkan keterampilan yang diperoleh, agar memiliki keberanian untuk memulai dan mengikuti jejak rekan-rekannya terjun ke dunia usaha. Dia meminta memulai dulu dengan hal-hal kecil.

 

 

“Nanti keberanian muncul dan lebih percaya diri, astungkara semua menjadi orang sukses,” pungkasnya.

- Advertisement -

GIANYAR – Pelatihan barista yang digelar Pemerintah Kabupaten Gianyar selama 20 hari membuahkan hasil. Dari 17 alumni pelatihan, lima barista di antaranya telah membuka usaha coffee shop. 

 

Di antaranya I Wayan Dede Ananda Kusuma mendirikan Istoria Coffee; I Made Aditya Darma Putra mendirikan  Speed Coffee juga kini menjadi pengajar barista di IPB Internasional Bali; I Gusti Ayu Reina Cahyanti mendirikan Simpang Coffee juga menjadi pengajar ekstrakurikuler di SMK Pariwisata; Kadek Eric Saputra mendirikan Nepi Kopi; dan Kadek Agus Darsana Budi mendirikan Mondela Coffee. Agus Darsana rencananya segera membuka cabang baru di Denpasar. 

 

 

Mereka berani dan telah berhasil mempraktekkan program PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup) yang telah diberikan Pemkab Gianyar. Melalui pelatihan Barista tersebut mereka memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 

Baca Juga:  Bali Zoo Evakuasi 10 Rusa Timor di Zona Merah Gunung Agung

 

Penggagas kegiatan, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selaku ketua TP PKK Gianyar mengaku bangga.

 

“Saya bangga. Pelatihan ini telah berhasil membentuk wirausaha-wirausaha muda, pelatihan yang kami berikan bermanfaat bagi mereka, dan ilmu yang mereka dapatkan ini sudah bersertifikasi nasional,” ujarnya.

 

 

Kata dia, pelatihan selama 20 hari memperoleh sertifikat yang diakui secara nasional. “Ini luar biasa,” ujarnya semringah. 

 

Baginya, kesuksesan dari pelatihan barista tersebut terbukti saat para peserta yang mengikuti pelatihan mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Program PKH pelatihan barista tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak muda generasi milenial untuk memiliki sebuah skill meracik kopi. 

 

Baca Juga:  Tak Masuk Akal, Harga Minyak Goreng Meroket, Naik 70% Lebih Dari HET

 

“Karena saat ini tidak hanya orang tua saja yang minum kopi. Namun kalangan anak muda banyak penikmat kopi,” jelasnya.

 

Sehingga banyak cafe, coffee shop ataupun kedai kopi yang dilihat di sepanjang jalan. “Ini sudah menjadi trend anak muda, sehingga inilah yang menjadi dasar kami membuat pelatihan Barista yang berbasis kompetensi,” jelasnya.

 

 

Dirinya berharap, barista yang belum menerapkan keterampilan yang diperoleh, agar memiliki keberanian untuk memulai dan mengikuti jejak rekan-rekannya terjun ke dunia usaha. Dia meminta memulai dulu dengan hal-hal kecil.

 

 

“Nanti keberanian muncul dan lebih percaya diri, astungkara semua menjadi orang sukses,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/