alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Stok Pangan dan Material Bangunan Terancam, Potensi Inflasi Bali Naik

RadarBali.com – Aktivitas perekonomian Bali saat ini relatif masih aman. Namun, jika erupsi Gunung Agung sampai terjadi, perekonomian Bali diprediksi bergejolak.

Potensi inflasi naik sangat tinggi. Untungnya, Kota Denpasar dan Singaraja saat ini mengalami deflasi.

Kasi Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Gede Rosma mengatakan, barometer tingkat inflasi di dua daerah yakni Singaraja dan Denpasar saat ini justru terbalik.

Pada bulan September, Denpasar mengalami deflasi 0,33 persen. Sedang Singaraja 0,78 persen. “Kalau terjadi erupsi, potensi inflasi bisa terjadi. Nah gejolak peningkatan aktivitas ini baru bisa terlihat di bulan Oktober mendatang. Kami belum bisa pastikan,” ujar Gede Rosma kemarin.

Yang paling berpotensi terimbas adalah bahan makanan berupa sayuran, bahan material berupa pasir dan batu. Dan, yang paling terasa adalah sektor pariwisata.

“Kalau bahan makanan, lihat pasokan dari Karangasem dulu. Itu pun kami harus menghitung. Karena tolak ukur inflasi saat ini baru dua daerah saja,” bebernya.

Yang jelas, hingga saat ini aktivitas penerbangan masih normal dan belum ada gejolak. Dia sendiri berharap, jika terjadi erupsi tidak mengakibatkan sesuatu yang fatal.

“Semoga erupsi tidak terjadi, kalaupun terjadi pengaruhnya kecil bagi perekonomian,” pungkasnya.



RadarBali.com – Aktivitas perekonomian Bali saat ini relatif masih aman. Namun, jika erupsi Gunung Agung sampai terjadi, perekonomian Bali diprediksi bergejolak.

Potensi inflasi naik sangat tinggi. Untungnya, Kota Denpasar dan Singaraja saat ini mengalami deflasi.

Kasi Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Gede Rosma mengatakan, barometer tingkat inflasi di dua daerah yakni Singaraja dan Denpasar saat ini justru terbalik.

Pada bulan September, Denpasar mengalami deflasi 0,33 persen. Sedang Singaraja 0,78 persen. “Kalau terjadi erupsi, potensi inflasi bisa terjadi. Nah gejolak peningkatan aktivitas ini baru bisa terlihat di bulan Oktober mendatang. Kami belum bisa pastikan,” ujar Gede Rosma kemarin.

Yang paling berpotensi terimbas adalah bahan makanan berupa sayuran, bahan material berupa pasir dan batu. Dan, yang paling terasa adalah sektor pariwisata.

“Kalau bahan makanan, lihat pasokan dari Karangasem dulu. Itu pun kami harus menghitung. Karena tolak ukur inflasi saat ini baru dua daerah saja,” bebernya.

Yang jelas, hingga saat ini aktivitas penerbangan masih normal dan belum ada gejolak. Dia sendiri berharap, jika terjadi erupsi tidak mengakibatkan sesuatu yang fatal.

“Semoga erupsi tidak terjadi, kalaupun terjadi pengaruhnya kecil bagi perekonomian,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/