alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Cukup Rp 5 M, Kadin Bali Dorong Perusahaan Lokal Masuk Bursa Saham

RadarBali.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali mendorong pengusaha dan perusahaan di Bali untuk go public.

Dengan melakukan itu, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendapat dana segar dari masyarakat luas. Terlebih saat ini syarat masuk bursa efek sekarang sangat mudah dan praktis.

Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra mengungkapkan untuk perusahaan papan bawah, cukup memiliki aset senilai Rp 5 miliar sudah bisa terdaftar di BEI yang dulunya memiliki batas minimum aset senilai Rp 100 miliar.

Dengan menjual saham ke masyarakat akan menyebabkan perkembangan yang positif pada perusahaan tersebut.

“Karena banyak orang yang memikirkan perusahaan itu. Kan banyak yang memiliki,” terangnya. Untuk di Bali sendiri, tahun ini sudah tiga perusahaan yang go public di BEI.

Baca Juga:  2018, REI Bali Target Bangun Rumah Subsidi 3.500 Unit

Manajemen yang digunakan oleh perusahaan yang telah masuk dalam bursa saham bukan lagi menggunakan sistem rumah tangga, namun sudah akuntabel lantaran bersifat publik.

“Ada empat perusahaan lagi yang mendaftar, dan dua lainnya kemungkinan akan menyusul tahun ini,” kata Alit.

Dia menambahkan, perusahaan yang paling bagus masuk dalam bursa saham untuk di Bali sendiri yakni dari sektor properti dan hotel serta akomodasi.

Karena di Bali banyak keberadaan perusahaan dari sektor tersebut. “Tinggal sekarang mau apa tidak pengusaha dan perusahaan itu masuk ke bursa saham,” pungkasnya.



RadarBali.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali mendorong pengusaha dan perusahaan di Bali untuk go public.

Dengan melakukan itu, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendapat dana segar dari masyarakat luas. Terlebih saat ini syarat masuk bursa efek sekarang sangat mudah dan praktis.

Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra mengungkapkan untuk perusahaan papan bawah, cukup memiliki aset senilai Rp 5 miliar sudah bisa terdaftar di BEI yang dulunya memiliki batas minimum aset senilai Rp 100 miliar.

Dengan menjual saham ke masyarakat akan menyebabkan perkembangan yang positif pada perusahaan tersebut.

“Karena banyak orang yang memikirkan perusahaan itu. Kan banyak yang memiliki,” terangnya. Untuk di Bali sendiri, tahun ini sudah tiga perusahaan yang go public di BEI.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pembangunan SDM-Digitalisasi Kendaraan Ekonomi Baru

Manajemen yang digunakan oleh perusahaan yang telah masuk dalam bursa saham bukan lagi menggunakan sistem rumah tangga, namun sudah akuntabel lantaran bersifat publik.

“Ada empat perusahaan lagi yang mendaftar, dan dua lainnya kemungkinan akan menyusul tahun ini,” kata Alit.

Dia menambahkan, perusahaan yang paling bagus masuk dalam bursa saham untuk di Bali sendiri yakni dari sektor properti dan hotel serta akomodasi.

Karena di Bali banyak keberadaan perusahaan dari sektor tersebut. “Tinggal sekarang mau apa tidak pengusaha dan perusahaan itu masuk ke bursa saham,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/