26.5 C
Denpasar
Saturday, January 28, 2023

Model Bisnis B2B: Pengertian, Strategi dan Karakteristik

DENPASAR, Radar Bali – Bagi sebagian orang istilah B2B bukanlah hal yang asing, terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan swasta atau perusahaan BUMN.

B2B atau Business to Business merupakan model bisnis yang dilakukan antar satu perusahaan dengan perusahaan lain. Jadi mereka tidak menjual produk secara langsung ke konsumen melainkan kepada perusahaan.

Sementara itu, perusahaan B2B adalah perusahaan yang menawarkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan lain untuk menjalankan bisnis mereka.

Umumnya perusahaan B2B akan menawarkan bahan mentah, suku cadang siap pakai, atau layanan lain yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi.

Daftar perusahaan B2B di Indonesia cukup banyak, beberapa bahkan ada yang berbentuk e-commerce seperti Blibli for Business.

Karakteristik B2B

Berdasarkan penjelasan di atas, salah satu karakteristik model bisnis B2B adalah mereka akan mempromosikan layanan atau produk mereka kepada perusahaan.

Hal ini bisa dibilang sebagai salah satu strategi marketing mereka untuk bisa dikenal oleh perusahaan lain. Selain itu, ada beberapa karakteristik lain dari model bisnis ini, diantaranya:

Transaksi bisnis yang kompleks

Model bisnis B2B identik dengan transaksi yang kompleks. Hal ini karena masing-masing perusahaan mempunyai ketentuan tersendiri dalam bertransaksi.

Ada banyak hal yang harus disesuaikan antara kedua belah pihak sebelum terjadi kesepakatan. Biasanya transaksi ini dimulai dengan pertemuan, pengenalan produk, diskusi harga dan budget, kontrak kesepakatan, dan pengiriman barang atau penerapan layanan.

Ada hubungan baik antar kedua belah pihak

Setiap perusahaan akan sangat selektif dalam memilih barang untuk pengembangan bisnis mereka. Oleh karena ini biasanya sebelum terjadi kesepakatan, kedua belah pihak sudah mempunyai hubungan yang baik.

Terdapat kontrak atau perjanjian

Agar salah satu pihak tidak ada yang dirugikan, perusahaan akan membatasi kerja sama dengan perjanjian atau kontrak kerja sama.

Baca Juga:  Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Isi kontrak biasanya tentang jenis, jumlah, dan harga barang yang mau dibeli. Selain itu, dikontrak juga ada kesepakatan lain yang tentunya menguntungkan kedua pihak.

Durasi kerja sama lama

Umumnya kerja sama kedua belah pihak berlangsung dalam kurun waktu yang lama, apalagi jika produk yang ditawarkan berupa barang mentah siap produksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi.

Meskipun model bisnis seperti ini terbilang cukup kompleks, namun pendapatan yang dihasilkan cukup menggiurkan, apalagi jika kontrak kerja sama berlaku dalam kurun waktu yang panjang.

Bagi Anda yang tertarik dengan model bisnis seperti ini, berikut ini ada beberapa strategi yang bisa diterapkan.

Strategi Mengembangkan Model Bisnis B2B

Membuat rencana target pasar

Sesuai dengan penjelasan di atas, model bisnis B2B merupakan transaksi antar perusahaan. Oleh karena itu perlu menentukan target pasar yang tepat, sebab model bisnis B2B mempunyai target pasar yang kecil.

Hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena targetnya jadi lebih spesifik dan mudah dikenali. Setelah menentukan target pasar, barulah strategi promosi bisa dirancang.

Membangun dan menjaga hubungan baik dengan mitra

Model bisnis B2B memiliki proses transaksi yang cukup kompleks. Ada banyak diskusi dan negosiasi yang dilakukan hingga adanya kesepakatan.

Transaksi ini terkadang juga melibatkan banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut perlu kiranya untuk selalu membangun dan menjaga hubungan baik yang sudah terbentuk. Hal ini bertujuan untuk memperpendek proses jika ada transaksi lagi.

Hubungan baik dengan klien atau mitra bisa menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk model bisnis B2B.

Memilih channel

Baca Juga:  Soroti Pentingnya Transformasi Media Massa, APMF 2022 Hadir di Bali dengan Metamorphosis

Agar bisnis B2B berjalan dengan efektif, hindari penggunaan satu channel penjualan. Anda harus pelajari semua channel yang ada dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang Anda punya.

Beberapa jenis channel penjualan yang bisa digunakan, diantaranya Google Adwords. Melalui channel ini Anda bisa memaparkan produk atau jasa yang Anda punya.

Selain itu, sosial media juga bisa menjadi channel yang tepat untuk Anda promosi. Untuk menarik banyak perhatian pengguna sosial media, Anda bisa membuat beragam jenis konten yang menarik dan sesuai dengan produk atau jasa yang Anda punya.

Tidak hanya channel digital, channel offline seperti event-event off air juga bisa jadi media promosi yang baik.

Manfaatkan tertimoni baik dari klien

Strategi lain yang bisa digunakan adalah memanfaatkan tertimoni menarik dari klien yang sudah pernah bekerja sama. Hal ini bisa menjadi pembanding atau pertimbangan tersendiri bagi calon klien baru.

Bentuk testimoni yang diberikan biasanya berupa pelayanan, kualitas barang yang ditawarkan, dan lain sebagainya yang bersifat positif.

Bangun dan perluas networking

Mengingat model bisnis B2B melibatkan perusahaan, Anda perlu networking yang baik untuk bisa berkomunikasi dengan perusahaan yang dituju.

Semakin banyak dan semakin luas networking, maka peluang untuk mendapatkan klien baru akan semakin besar. Selain itu, networking juga bisa meningkatkan popularitas perusahaan yang Anda punya.

Memperluas jaringan bisa dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya gabung dengan grup pengusaha dan ikuti semua acara yang dibuat.

Demikian sekelumit penjelasan tentang model bisnis B2B. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model bisnis seperti ini butuh modal yang cukup besar sebab nominal transaksi yang dilakukan juga besar. (rba/han) 



DENPASAR, Radar Bali – Bagi sebagian orang istilah B2B bukanlah hal yang asing, terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan swasta atau perusahaan BUMN.

B2B atau Business to Business merupakan model bisnis yang dilakukan antar satu perusahaan dengan perusahaan lain. Jadi mereka tidak menjual produk secara langsung ke konsumen melainkan kepada perusahaan.

Sementara itu, perusahaan B2B adalah perusahaan yang menawarkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan lain untuk menjalankan bisnis mereka.

Umumnya perusahaan B2B akan menawarkan bahan mentah, suku cadang siap pakai, atau layanan lain yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi.

Daftar perusahaan B2B di Indonesia cukup banyak, beberapa bahkan ada yang berbentuk e-commerce seperti Blibli for Business.

Karakteristik B2B

Berdasarkan penjelasan di atas, salah satu karakteristik model bisnis B2B adalah mereka akan mempromosikan layanan atau produk mereka kepada perusahaan.

Hal ini bisa dibilang sebagai salah satu strategi marketing mereka untuk bisa dikenal oleh perusahaan lain. Selain itu, ada beberapa karakteristik lain dari model bisnis ini, diantaranya:

Transaksi bisnis yang kompleks

Model bisnis B2B identik dengan transaksi yang kompleks. Hal ini karena masing-masing perusahaan mempunyai ketentuan tersendiri dalam bertransaksi.

Ada banyak hal yang harus disesuaikan antara kedua belah pihak sebelum terjadi kesepakatan. Biasanya transaksi ini dimulai dengan pertemuan, pengenalan produk, diskusi harga dan budget, kontrak kesepakatan, dan pengiriman barang atau penerapan layanan.

Ada hubungan baik antar kedua belah pihak

Setiap perusahaan akan sangat selektif dalam memilih barang untuk pengembangan bisnis mereka. Oleh karena ini biasanya sebelum terjadi kesepakatan, kedua belah pihak sudah mempunyai hubungan yang baik.

Terdapat kontrak atau perjanjian

Agar salah satu pihak tidak ada yang dirugikan, perusahaan akan membatasi kerja sama dengan perjanjian atau kontrak kerja sama.

Baca Juga:  BKGN Pepsodent Kampanyekan Ayo Merdeka dari Gigi Berlubang

Isi kontrak biasanya tentang jenis, jumlah, dan harga barang yang mau dibeli. Selain itu, dikontrak juga ada kesepakatan lain yang tentunya menguntungkan kedua pihak.

Durasi kerja sama lama

Umumnya kerja sama kedua belah pihak berlangsung dalam kurun waktu yang lama, apalagi jika produk yang ditawarkan berupa barang mentah siap produksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi.

Meskipun model bisnis seperti ini terbilang cukup kompleks, namun pendapatan yang dihasilkan cukup menggiurkan, apalagi jika kontrak kerja sama berlaku dalam kurun waktu yang panjang.

Bagi Anda yang tertarik dengan model bisnis seperti ini, berikut ini ada beberapa strategi yang bisa diterapkan.

Strategi Mengembangkan Model Bisnis B2B

Membuat rencana target pasar

Sesuai dengan penjelasan di atas, model bisnis B2B merupakan transaksi antar perusahaan. Oleh karena itu perlu menentukan target pasar yang tepat, sebab model bisnis B2B mempunyai target pasar yang kecil.

Hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena targetnya jadi lebih spesifik dan mudah dikenali. Setelah menentukan target pasar, barulah strategi promosi bisa dirancang.

Membangun dan menjaga hubungan baik dengan mitra

Model bisnis B2B memiliki proses transaksi yang cukup kompleks. Ada banyak diskusi dan negosiasi yang dilakukan hingga adanya kesepakatan.

Transaksi ini terkadang juga melibatkan banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut perlu kiranya untuk selalu membangun dan menjaga hubungan baik yang sudah terbentuk. Hal ini bertujuan untuk memperpendek proses jika ada transaksi lagi.

Hubungan baik dengan klien atau mitra bisa menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk model bisnis B2B.

Memilih channel

Baca Juga:  Dampak Covid, Koperasi di Buleleng Disuntik Bantuan Operasional

Agar bisnis B2B berjalan dengan efektif, hindari penggunaan satu channel penjualan. Anda harus pelajari semua channel yang ada dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang Anda punya.

Beberapa jenis channel penjualan yang bisa digunakan, diantaranya Google Adwords. Melalui channel ini Anda bisa memaparkan produk atau jasa yang Anda punya.

Selain itu, sosial media juga bisa menjadi channel yang tepat untuk Anda promosi. Untuk menarik banyak perhatian pengguna sosial media, Anda bisa membuat beragam jenis konten yang menarik dan sesuai dengan produk atau jasa yang Anda punya.

Tidak hanya channel digital, channel offline seperti event-event off air juga bisa jadi media promosi yang baik.

Manfaatkan tertimoni baik dari klien

Strategi lain yang bisa digunakan adalah memanfaatkan tertimoni menarik dari klien yang sudah pernah bekerja sama. Hal ini bisa menjadi pembanding atau pertimbangan tersendiri bagi calon klien baru.

Bentuk testimoni yang diberikan biasanya berupa pelayanan, kualitas barang yang ditawarkan, dan lain sebagainya yang bersifat positif.

Bangun dan perluas networking

Mengingat model bisnis B2B melibatkan perusahaan, Anda perlu networking yang baik untuk bisa berkomunikasi dengan perusahaan yang dituju.

Semakin banyak dan semakin luas networking, maka peluang untuk mendapatkan klien baru akan semakin besar. Selain itu, networking juga bisa meningkatkan popularitas perusahaan yang Anda punya.

Memperluas jaringan bisa dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya gabung dengan grup pengusaha dan ikuti semua acara yang dibuat.

Demikian sekelumit penjelasan tentang model bisnis B2B. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model bisnis seperti ini butuh modal yang cukup besar sebab nominal transaksi yang dilakukan juga besar. (rba/han) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru