alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Backlog Tinggi, Himperra Target Bangun 3.000 Rumah MBR Tahun 2019

DENPASAR – Permintaan rumah (backlog) untuk perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di Bali saat masih cukup tinggi.

Berdasar data yanga ada, pada akhir tahun 2017 lalu, setidaknya ada sekitar 400.000 backlog untuk MBR. Namun, untuk pemenuhan kebutuhan rumah tersebut, memang belum bisa ditutupi seluruhnya. 

Manurut Ketua DPD Himperra Bali Wayan Jayantara SE, untuk memenuhi kebutuhan MBR di Bali, memang ada sejumlah kendala.

Salah satunya adalah persoalan harga dasar tanah yang cukup tinggi. Meski demikian, pihaknya berharap permasalahan ini tidak mengurangi semangat untuk mendukung program pemerintah untuk mewujudkan 1 juta rumah.

Untuk itu, pihaknya terus berusaha agar bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan rumah untuk MBR. Salah satunya di tahun 2019 ini. 

Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Bali sendiri menargetkan akan membangun 3.000 unit rumah MBR. 

“Tahun lalu kami sudah mewujudkan sebanyak 1.400 rumah MBR untuk Bali. Untuk mewujudkan MBR, kami dari Himperra tidak hanya membangun di Bali saja, namun juga ke luar Bali,” kata Jayantara, Minggu (6/1) siang.

Sebagai asosiasi yang baru berdiri, Himperra DPD Bali akan mengadakan Musda yang pertama pada tanggal 25 Januari nanti 2019 mendatang.

Saat ini, anggota Himperra Bali berjumlah 80 orang tersebar di delapan kabupaten di Bali. Dalam musda ini diagendakan terkait pemilihan ketua dan penyusunan pengurus yang baru.

Selain itu, akan ada penyerahan tiga unit rumah untuk mereka yang berhak menerima. “Nanti akan diserahkan secara simbolis kepada gubernur, yaitu satu unit di Jembrana dan di Singaraja ada dua unit,” tandasnya. (rba)



DENPASAR – Permintaan rumah (backlog) untuk perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di Bali saat masih cukup tinggi.

Berdasar data yanga ada, pada akhir tahun 2017 lalu, setidaknya ada sekitar 400.000 backlog untuk MBR. Namun, untuk pemenuhan kebutuhan rumah tersebut, memang belum bisa ditutupi seluruhnya. 

Manurut Ketua DPD Himperra Bali Wayan Jayantara SE, untuk memenuhi kebutuhan MBR di Bali, memang ada sejumlah kendala.

Salah satunya adalah persoalan harga dasar tanah yang cukup tinggi. Meski demikian, pihaknya berharap permasalahan ini tidak mengurangi semangat untuk mendukung program pemerintah untuk mewujudkan 1 juta rumah.

Untuk itu, pihaknya terus berusaha agar bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan rumah untuk MBR. Salah satunya di tahun 2019 ini. 

Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Bali sendiri menargetkan akan membangun 3.000 unit rumah MBR. 

“Tahun lalu kami sudah mewujudkan sebanyak 1.400 rumah MBR untuk Bali. Untuk mewujudkan MBR, kami dari Himperra tidak hanya membangun di Bali saja, namun juga ke luar Bali,” kata Jayantara, Minggu (6/1) siang.

Sebagai asosiasi yang baru berdiri, Himperra DPD Bali akan mengadakan Musda yang pertama pada tanggal 25 Januari nanti 2019 mendatang.

Saat ini, anggota Himperra Bali berjumlah 80 orang tersebar di delapan kabupaten di Bali. Dalam musda ini diagendakan terkait pemilihan ketua dan penyusunan pengurus yang baru.

Selain itu, akan ada penyerahan tiga unit rumah untuk mereka yang berhak menerima. “Nanti akan diserahkan secara simbolis kepada gubernur, yaitu satu unit di Jembrana dan di Singaraja ada dua unit,” tandasnya. (rba)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/