alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Jumlah Pengusaha di Bali Baru 7 Persen, Ini Langkah Kadin dan JPMI…

DENPASAR – Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DPD Denpasar, Selasa (5/3) kemarin melakukan kunjungan ke Kadin Bali.

Kunjungan JPMI di terima langsung Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra bersama jajaran.

Ketua JPMI Denpasar H. Wasit Pamungkas didampingi jajaran pengurus mengatakan, kunjungan ke Kadin Bali dalam rangka ikut membantu membangun perekonomian di Bali, khususnya Denpasar.

Salah satunya dengan memberikan motivasi serta menanamkan minat generasi millennial untuk menjadi entrepreneur.

Kepedulian ini didasari sebuah realita bahwa  masih minimnya jumlah pengusaha yang ada di Denpasar, tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada.

“Oleh karena itu dengan menumbuhkan jumlah pengusaha, maka akan mampu menciptakan lapangan kerja dan juga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Denpasar,” kata H. Wasit Pamungkas.

Baca Juga:  Airlangga: Optimalkan Pembiayaan Perbankan Lewat Ekonomi Rendah Karbon

H. Wasit Pamungkas menambahkan, dalam upaya merealisasikan program kerja JPMI ke depan berharap bisa bersinergi dengan Kadin Bali maupun  lembaga lain agar keberadaan JPMI Denpasar ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Di lain sisi, Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra menyatakan, Kadin sangat mengapresiasi serta mendukung upaya yang akan di lakukan JPMI Denpasar dan siap bersinergi dalam rangka menumbuhkan jumlah pengusaha baru di Denpasar.

Alit juga menyampaikan bahwa memang benar jumlah pengusaha di Bali masih sangatlah kurang.

Sebagai catatan, jumlah penduduk Bali saat ini sekitar 4.3 juta jiwa. Idealnya yang berprofesi sebagai pengusaha minimal 12,5 persen.

Namun, realitanya jumlah pengusaha yang aktif baru 7 persen sehingga masih kurang sekitar 5,5 persen atau sekitar 235.000 pengusaha.

Baca Juga:  Soal Buka Wisatawan Asing, Koster Sebut Ubud dan Nusa Dua Zona Hijau

Alit juga mendorong JPMI bisa memberikan motivasi kepada siswa di tingkat SLTA dan mahasiswa agar bisa menumbuhkan minat para generasi muda untuk menjadi entrepreneur yang kedepan bisa lebih meningkatkan perekonomian di Bali.



DENPASAR – Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DPD Denpasar, Selasa (5/3) kemarin melakukan kunjungan ke Kadin Bali.

Kunjungan JPMI di terima langsung Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra bersama jajaran.

Ketua JPMI Denpasar H. Wasit Pamungkas didampingi jajaran pengurus mengatakan, kunjungan ke Kadin Bali dalam rangka ikut membantu membangun perekonomian di Bali, khususnya Denpasar.

Salah satunya dengan memberikan motivasi serta menanamkan minat generasi millennial untuk menjadi entrepreneur.

Kepedulian ini didasari sebuah realita bahwa  masih minimnya jumlah pengusaha yang ada di Denpasar, tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada.

“Oleh karena itu dengan menumbuhkan jumlah pengusaha, maka akan mampu menciptakan lapangan kerja dan juga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Denpasar,” kata H. Wasit Pamungkas.

Baca Juga:  Utamakan Kualitas Layanan, JNE Bali Fokus Pengembangan UMKM

H. Wasit Pamungkas menambahkan, dalam upaya merealisasikan program kerja JPMI ke depan berharap bisa bersinergi dengan Kadin Bali maupun  lembaga lain agar keberadaan JPMI Denpasar ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Di lain sisi, Ketua Kadin Bali Alit Wiraputra menyatakan, Kadin sangat mengapresiasi serta mendukung upaya yang akan di lakukan JPMI Denpasar dan siap bersinergi dalam rangka menumbuhkan jumlah pengusaha baru di Denpasar.

Alit juga menyampaikan bahwa memang benar jumlah pengusaha di Bali masih sangatlah kurang.

Sebagai catatan, jumlah penduduk Bali saat ini sekitar 4.3 juta jiwa. Idealnya yang berprofesi sebagai pengusaha minimal 12,5 persen.

Namun, realitanya jumlah pengusaha yang aktif baru 7 persen sehingga masih kurang sekitar 5,5 persen atau sekitar 235.000 pengusaha.

Baca Juga:  Soal Buka Wisatawan Asing, Koster Sebut Ubud dan Nusa Dua Zona Hijau

Alit juga mendorong JPMI bisa memberikan motivasi kepada siswa di tingkat SLTA dan mahasiswa agar bisa menumbuhkan minat para generasi muda untuk menjadi entrepreneur yang kedepan bisa lebih meningkatkan perekonomian di Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/