alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Tekan Cost Ekspor, Kadin Dorong Pelindo Bangun Pelabuhan Peti Kemas

DENPASAR –Pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan Pelindo III diprediksi membuat sejumlah sektor usaha tumbuh secara signifikan.

Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali berharap dalam pengembangan jangka panjang di Pelabuhan Benoa ini dibuat pelabuhan khusus peti kemas.

Jika itu terwujud, akan menjadi keuntungan sendiri bagi Pemerintah Provinsi Bali. Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wira Putra mengatakan, keberadaan Pelabuhan Benoa sangat strategis untuk dibangun pelabuhan Peti Kemas.

Karena selama ini, untuk keperluan ekspor, biaya yang dikeluarkan sangat mahal lantaran harus melalui Surabaya.

Selain bermanfaat untuk kepentingan ekspor, keberadaan pelabuhan peti kemas berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak.

Baca Juga:  Geger, Lelaki Asal Bima Ditemukan Tak Bernyawa di Pelabuhan Benoa Bali

“Jadi kami berharap, jika ada pembangunan pelabuhan peti kemas seperti yang disampaikan wakil gubernur, kami berharap bisa di Benoa. Jangan di Jembrana,” harapnya.

Dia mengungkapkan, adanya rencana pembangunan petik kemas ini akan membuat efisiensi dari segi dana dan juga waktu.

Misalnya, pelabuhan peti emas ini melayani pengiriman Bali ke Singapura dan kemudian dari Singapura pengirimannya ke negara tujuan.

“Kalau dari Bali langsung ke Singapura, tidak ke Surabaya akan menghemat biaya. Selain itu juga waktu bisa dihemat sampai 2 hari,” terangnya.

Karena selama ini, melalui Surabaya menyebabkan ongkos yang dikeluarkan sangat tinggi. Belum lagi jika stok kontainer di Benoa kosong dan harus didatangkan dari Surabaya.

Baca Juga:  Sambil Berwisata, Ternyata Turis Hungaria Bidik Peluang Bisnis

“Jadi ada biaya narik untuk kembalikan lagi ke Surabaya,” pungkasnya.



DENPASAR –Pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan Pelindo III diprediksi membuat sejumlah sektor usaha tumbuh secara signifikan.

Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali berharap dalam pengembangan jangka panjang di Pelabuhan Benoa ini dibuat pelabuhan khusus peti kemas.

Jika itu terwujud, akan menjadi keuntungan sendiri bagi Pemerintah Provinsi Bali. Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wira Putra mengatakan, keberadaan Pelabuhan Benoa sangat strategis untuk dibangun pelabuhan Peti Kemas.

Karena selama ini, untuk keperluan ekspor, biaya yang dikeluarkan sangat mahal lantaran harus melalui Surabaya.

Selain bermanfaat untuk kepentingan ekspor, keberadaan pelabuhan peti kemas berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak.

Baca Juga:  Tak Hanya Unggas, Petugas Juga Sita Sajam Dari Penumpang Kapal Awu

“Jadi kami berharap, jika ada pembangunan pelabuhan peti kemas seperti yang disampaikan wakil gubernur, kami berharap bisa di Benoa. Jangan di Jembrana,” harapnya.

Dia mengungkapkan, adanya rencana pembangunan petik kemas ini akan membuat efisiensi dari segi dana dan juga waktu.

Misalnya, pelabuhan peti emas ini melayani pengiriman Bali ke Singapura dan kemudian dari Singapura pengirimannya ke negara tujuan.

“Kalau dari Bali langsung ke Singapura, tidak ke Surabaya akan menghemat biaya. Selain itu juga waktu bisa dihemat sampai 2 hari,” terangnya.

Karena selama ini, melalui Surabaya menyebabkan ongkos yang dikeluarkan sangat tinggi. Belum lagi jika stok kontainer di Benoa kosong dan harus didatangkan dari Surabaya.

Baca Juga:  Trading Forex, Judi atau Bisnis Menjanjikan?

“Jadi ada biaya narik untuk kembalikan lagi ke Surabaya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/