alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Pasca Erupsi Gunung Agung, Hasil Penen Subak Tohjiwa Naik Drastis

AMLAPURA – Ditengah pandemi Covid-19, petani di Subak Tohjiwa, Sidemen, Karangasem masih bisa tersenyum lega.

Ini karena hasil penen padi mereka tahun ini diakui cukup bagus. Bahkan, ada peningkatan 30 sampai 40 persen dari tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi diduga akibat hujan abu yang terjadi saat erupsi Gunung Agung lalu. Rata-rata sawah di Karangasem barat seperti Selat, Rendang dan Sidemen mengalalami peningkatan hasil panen pasca erupsi Gunung Agung.

Hal ini diakui salah satu petani asal Banjar Sangkan Aji, Tohjiwa, Sidemen. “Tahun ini hasil penen kami ada peningkatan,” ujar Wayan Putra, petani setempat.

Untuk diketahui kawasan persawahan di Rendang, Selat dan Sidemen saat erupsi lalu memang terkena langsung semburan hujan abu Gunung Agung.

Baca Juga:  Kemendag Perbarui Kategorisasi Primaniyarta dan Primaduta 

Hujan abu ini membuat lahan pertanian di sekitar lereng Gunung Agung menjadi subur. Hal ini juga terjadi di Subak Tohjiwa, Sidemen.

Untuk diketahui ada kendala soal air di subak ini. Di mana dengan terbatasnya sumber air membuat krama subak harus bergiliran menggunakan air.

Enam bulan sekali padi dan enam bulan sekali lahan bisa digunakan untuk menanam kacang-kacangan dan cabe serta sayuran. 

Belakangan ini air semakin bagus karena saluran subak sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Sementara untuk pupuk petani tidak terlalu kesulitan.

Untuk bibit selama ini petani membelinya di Klungkung. Ada dua jenis bibit unggulan yang menjadi vaforit petani di Subak Tohjiowa, yakni Ciherang dan Cigelis.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pemerintah Tetap Serius Tangani Covid Selama Lebaran

“Keduanya bagus, tergangung sasihnya (bulan bali, red),” tambahnya. Petani sendiri sudah paham kalau sasi tertentu bibit mana yang lebih cocok ditanam.

Untuk hama panen kali ini juga nyaris tidak ada. Sementara sebelum erupsi memang sempat ada sedikit hama tikus dan wereng sangit. 



AMLAPURA – Ditengah pandemi Covid-19, petani di Subak Tohjiwa, Sidemen, Karangasem masih bisa tersenyum lega.

Ini karena hasil penen padi mereka tahun ini diakui cukup bagus. Bahkan, ada peningkatan 30 sampai 40 persen dari tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi diduga akibat hujan abu yang terjadi saat erupsi Gunung Agung lalu. Rata-rata sawah di Karangasem barat seperti Selat, Rendang dan Sidemen mengalalami peningkatan hasil panen pasca erupsi Gunung Agung.

Hal ini diakui salah satu petani asal Banjar Sangkan Aji, Tohjiwa, Sidemen. “Tahun ini hasil penen kami ada peningkatan,” ujar Wayan Putra, petani setempat.

Untuk diketahui kawasan persawahan di Rendang, Selat dan Sidemen saat erupsi lalu memang terkena langsung semburan hujan abu Gunung Agung.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Tutup Total, Pak Gub Janji Tanggung Biaya Penumpang

Hujan abu ini membuat lahan pertanian di sekitar lereng Gunung Agung menjadi subur. Hal ini juga terjadi di Subak Tohjiwa, Sidemen.

Untuk diketahui ada kendala soal air di subak ini. Di mana dengan terbatasnya sumber air membuat krama subak harus bergiliran menggunakan air.

Enam bulan sekali padi dan enam bulan sekali lahan bisa digunakan untuk menanam kacang-kacangan dan cabe serta sayuran. 

Belakangan ini air semakin bagus karena saluran subak sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Sementara untuk pupuk petani tidak terlalu kesulitan.

Untuk bibit selama ini petani membelinya di Klungkung. Ada dua jenis bibit unggulan yang menjadi vaforit petani di Subak Tohjiowa, yakni Ciherang dan Cigelis.

Baca Juga:  Pasar Banyuasri Beres Tahun Ini, Tahun Depan Pedagang Bisa Masuk

“Keduanya bagus, tergangung sasihnya (bulan bali, red),” tambahnya. Petani sendiri sudah paham kalau sasi tertentu bibit mana yang lebih cocok ditanam.

Untuk hama panen kali ini juga nyaris tidak ada. Sementara sebelum erupsi memang sempat ada sedikit hama tikus dan wereng sangit. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/