alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Punah, Pemkab Buleleng Berencana Kembangkan Durian Bestala Nomor Satu

SINGARAJA –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya mengembangkan produk pertanian unggulan di wilayahnya.

 

Setelah  komoditas stroberi Pancasari, anggur Banjar, manggis Sekumpul, dan mangga Depeha, terbaru pemerintah mulai kembangkan produk durian Bestala.

 

Bahkan untuk mewujudkan itu, pihak Pemkab juga telah menyiapkan bibit unggul durian yang dulunya sangat dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Desa Munduk, Bestala.

 

Seperti ditegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dikonfirmasi, Selasa (8/1) ia mengaku sudah blusukan ke Desa Bestala dan Munduk Bestala, mencari produk durian bestala nomor satu.

 

Sayangnya dari hasil blusukan itu, dirinya hanya mendapatkan durian bestala dengan kualitas peringkat tiga.

 

“Saya sudah cari yang kualitas nomor satu dan nomor duanya. Tapi sudah tidak ada, karena tumbang kena puting beliung beberapa tahun lalu. Sekarang yang masih ada, bisa disebut di peringkat ketiga lah,” kata Agus.

Baca Juga:  Tiap Bulan Putus Sambungan Air Puluhan Pelanggan, Mayoritas Perum Baru

 

Bahkan terkait mulai punahnya buah durian kualitas satu, bupati telah meminta Dinas Pertanian Buleleng untuk menyiapkan bibit unggul.

 

Selain itu dirinya juga telah duduk bersama dengan pihak desa, untuk mengembangkan buah durian dengan kualitas terbaik.

 

“Jadi nanti akan ada pembibitan massal. Sumber bibitnya dari buah terbaik yang ada saat ini. Mudah-mudahan ini nanti bisa jadi ikon di bidang pertanian,” imbuhnya.

 

Agus yang juga mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu optimistis durian bestala bisa jadi komoditas unggulan pertanian.

 

Sebab kualitas tanah di Buleleng cukup baik. Pemerintah pun mengklaim tak sulit melakukan pengembangan dan pemupukan tanaman.

Baca Juga:  Cegah Proyek Mangkrak, Pemerintah Perketat Sistem Lelang

 

“Meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas buah saya rasa tidak sulit. Masalahnya adalah pasca-panen dan pola distribusi saja,” tegasnya.

 

Pun dengan masalah pascapanen, Agus mengaku akan melakukan pemetaaan kebutuhan pasar.

 

Sehingga petani bisa menyalurkan komoditas tepat sasaran.

 



SINGARAJA –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya mengembangkan produk pertanian unggulan di wilayahnya.

 

Setelah  komoditas stroberi Pancasari, anggur Banjar, manggis Sekumpul, dan mangga Depeha, terbaru pemerintah mulai kembangkan produk durian Bestala.

 

Bahkan untuk mewujudkan itu, pihak Pemkab juga telah menyiapkan bibit unggul durian yang dulunya sangat dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Desa Munduk, Bestala.

 

Seperti ditegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dikonfirmasi, Selasa (8/1) ia mengaku sudah blusukan ke Desa Bestala dan Munduk Bestala, mencari produk durian bestala nomor satu.

 

Sayangnya dari hasil blusukan itu, dirinya hanya mendapatkan durian bestala dengan kualitas peringkat tiga.

 

“Saya sudah cari yang kualitas nomor satu dan nomor duanya. Tapi sudah tidak ada, karena tumbang kena puting beliung beberapa tahun lalu. Sekarang yang masih ada, bisa disebut di peringkat ketiga lah,” kata Agus.

Baca Juga:  Kembangkan LestariMobile, Nasabah Bisa Buka Deposito di Hari Libur

 

Bahkan terkait mulai punahnya buah durian kualitas satu, bupati telah meminta Dinas Pertanian Buleleng untuk menyiapkan bibit unggul.

 

Selain itu dirinya juga telah duduk bersama dengan pihak desa, untuk mengembangkan buah durian dengan kualitas terbaik.

 

“Jadi nanti akan ada pembibitan massal. Sumber bibitnya dari buah terbaik yang ada saat ini. Mudah-mudahan ini nanti bisa jadi ikon di bidang pertanian,” imbuhnya.

 

Agus yang juga mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu optimistis durian bestala bisa jadi komoditas unggulan pertanian.

 

Sebab kualitas tanah di Buleleng cukup baik. Pemerintah pun mengklaim tak sulit melakukan pengembangan dan pemupukan tanaman.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Dukung Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2018

 

“Meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas buah saya rasa tidak sulit. Masalahnya adalah pasca-panen dan pola distribusi saja,” tegasnya.

 

Pun dengan masalah pascapanen, Agus mengaku akan melakukan pemetaaan kebutuhan pasar.

 

Sehingga petani bisa menyalurkan komoditas tepat sasaran.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/