alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Tanah Ampo Resmi Beroperasi, Rute Padangbai – Lembar Terkena Dampak

AMLAPURA – KSOP Padangbai akhirnya resmi mengoperasikan Dermaga Tanah Ampo, di Kecamatan Manggis, Karangasem, yang mangkrak bertahun-tahun.

Dermaga yang awalnya diperuntukkan untuk kapal cruise itu kini dioperasikan untuk kapal roro Mutiara Ferindo VII dengan rute Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat menuju Tanah Ampo dan sebaliknya.

Jumat (5/2) lalu, kapal yang dibangun tahun 1994 ini resmi bersandar di Dermaga Tanah Ampo. Untuk menarik minat pengguna jasa penyeberangan, manajemen kabarnya menawarkan diskon 10 persen.

Untuk harga normal, tarif penumpang dewasa dipatok dengan harga Rp 55 ribu per orang. Sementara untuk mobil jenis sedan, jeep dan sejenisnya akan dikenakan tarif Rp1.020.000 per unit.

Baca Juga:  Pelabuhan Padangbai Karangasem Kembali Lengang

Disinggung apakah dengan keberadaan kapal roro Mutiara Ferindo VII akan menimbulkan saingan atau justru mematikan beberapa kapal

yang mengambil rute Pelabuhan Padang Bai – Lembar, NTB,  Kepala KSOP Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, tidak menampiknya.

Terlebih kapal roro Mutiara Ferindo VII ini sendiri melayani rute yang sama dengan jarak tempuh lebih cepat yakni hanya tiga jam dari kapal biasanya yang mencapai 4 sampai 4,5 jam.

“Untuk persaingan pasti ada. Tapi kalau dilihat jumlah trip, di Padang Bai justru lebih banyak. Setiap satu setengah jam ada kapal. Dalam 24 jam itu bisa sampai 16 trip,” jelas Eka Suyasmin.

Ditanya lebih jauh apakah pihak KSOP Padang Bai pernah membicarakan operasional kapal ini kepada para perusahaan kapal di Padang Bai, Eka mengaku belum sampai pada titik itu.

Baca Juga:  Pelabuhan Padangbai Tutup 24 Jam, Buka Senin Pagi Pukul 09.00 Wita

“Untuk pemberitahuan kami belum sampai sejauh itu. Siapa saja boleh membuka jasa angkutan yang sama dengan rute yang sama. Asal sesuai peruntukkan, tidak masalah,” jelas Eka.

Pertimbangan operasional kapal ini sendiri memang sudah sesuai peruntukkan yakni untuk angkutan penumpang dan barang.

Pertimbangan lain, karena dermaga Tanah Ampo yang dibangun sejak beberapa tahun lalu belum beroperasi dan terkesan mangkrak. “Karena ini ada investor dan sudah sesuai ketentuan tidak masalah,” tandasnya. 



AMLAPURA – KSOP Padangbai akhirnya resmi mengoperasikan Dermaga Tanah Ampo, di Kecamatan Manggis, Karangasem, yang mangkrak bertahun-tahun.

Dermaga yang awalnya diperuntukkan untuk kapal cruise itu kini dioperasikan untuk kapal roro Mutiara Ferindo VII dengan rute Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat menuju Tanah Ampo dan sebaliknya.

Jumat (5/2) lalu, kapal yang dibangun tahun 1994 ini resmi bersandar di Dermaga Tanah Ampo. Untuk menarik minat pengguna jasa penyeberangan, manajemen kabarnya menawarkan diskon 10 persen.

Untuk harga normal, tarif penumpang dewasa dipatok dengan harga Rp 55 ribu per orang. Sementara untuk mobil jenis sedan, jeep dan sejenisnya akan dikenakan tarif Rp1.020.000 per unit.

Baca Juga:  Bangun Infrastruktur Kereta Api, Gubernur Cari Investor ke Tiongkok

Disinggung apakah dengan keberadaan kapal roro Mutiara Ferindo VII akan menimbulkan saingan atau justru mematikan beberapa kapal

yang mengambil rute Pelabuhan Padang Bai – Lembar, NTB,  Kepala KSOP Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, tidak menampiknya.

Terlebih kapal roro Mutiara Ferindo VII ini sendiri melayani rute yang sama dengan jarak tempuh lebih cepat yakni hanya tiga jam dari kapal biasanya yang mencapai 4 sampai 4,5 jam.

“Untuk persaingan pasti ada. Tapi kalau dilihat jumlah trip, di Padang Bai justru lebih banyak. Setiap satu setengah jam ada kapal. Dalam 24 jam itu bisa sampai 16 trip,” jelas Eka Suyasmin.

Ditanya lebih jauh apakah pihak KSOP Padang Bai pernah membicarakan operasional kapal ini kepada para perusahaan kapal di Padang Bai, Eka mengaku belum sampai pada titik itu.

Baca Juga:  Pelabuhan Padangbai Karangasem Kembali Lengang

“Untuk pemberitahuan kami belum sampai sejauh itu. Siapa saja boleh membuka jasa angkutan yang sama dengan rute yang sama. Asal sesuai peruntukkan, tidak masalah,” jelas Eka.

Pertimbangan operasional kapal ini sendiri memang sudah sesuai peruntukkan yakni untuk angkutan penumpang dan barang.

Pertimbangan lain, karena dermaga Tanah Ampo yang dibangun sejak beberapa tahun lalu belum beroperasi dan terkesan mangkrak. “Karena ini ada investor dan sudah sesuai ketentuan tidak masalah,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/