alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Lovina – Candidasa Diminta Sabar, Wisatawan Masih di Seputar Nusa Dua

DENPASAR – Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengakui bahwa setelah Pandemi Covid 19 di Bali mulai mereda, okupansi hotel di Bali masih belum merata. Wisatawan pun masih di seputar Bali Selatan, seperti Nusa Dua. Sedangkan daerah lain, seperti Lovina hingga Candidasa diminta sabar.

 

“Kalau dilihat, jumlah kunjungan masih jauh dengan sebelum Covid. Okupansi hotel pun masih hanya di wilayah Nusa Dua. Untuk membagi wisataan sampai ke Lovina hingga Candidasa masih menunggu waktu,” ujar Cok Ace pada Jumat (8/4/2022).

 

Industri pariwisata di Bali memang belum sepenuhnya pulih. Meski tingkat penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai sudah mulai meningkat.

 

Tercatat, pada bulan Maret kemarin, pihak bandara melayani sebanyak 605.133 penumpang dan 4.774 pergerakan pesawat udara.

 

Bila dibandingkan dengan bulan Februari lalu, untuk penumpang naik 56 persen serta diikuti kenaikan pada pergerakan pesawat udara 30 persen.

 

“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali periode Maret 2022 terdapat kenaikan positif jika di bandingkan pada periode Februari 2021, meskipun pada bulan tersebut terdapat penghentian penerbangan sementara tradisi Nyepi Saka 1943 tetap menunjukkan tren positif,” kata Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

 

Secara detail, periode Maret harian terbanyak yang dilayani pada penerbangan domestik yaitu 26.335 penumpang tanggal 25 Maret 2022 dan untuk penerbangan internasional 1.979 penumpang 28 Maret 2022 serta terdapat penghentian penerbangan sementara pada tanggal 3 Maret 2022 dalam mendukung tradisi Nyepi Saka 1944.

 

Untuk 3 rute keberangkatan terbanyak dilayani selama bulan Maret 2022, Jakarta 164.790 penumpang, Surabaya 40.544 penumpang dan Ujung Pandang 22.267 penumpang sedangkan 3 pada rute asal terbanyak Jakarta 155.616 penumpang, Surabaya 40.332 penumpang dan Ujung Pandang 22.079 penumpang. 



DENPASAR – Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengakui bahwa setelah Pandemi Covid 19 di Bali mulai mereda, okupansi hotel di Bali masih belum merata. Wisatawan pun masih di seputar Bali Selatan, seperti Nusa Dua. Sedangkan daerah lain, seperti Lovina hingga Candidasa diminta sabar.

 

“Kalau dilihat, jumlah kunjungan masih jauh dengan sebelum Covid. Okupansi hotel pun masih hanya di wilayah Nusa Dua. Untuk membagi wisataan sampai ke Lovina hingga Candidasa masih menunggu waktu,” ujar Cok Ace pada Jumat (8/4/2022).

 

Industri pariwisata di Bali memang belum sepenuhnya pulih. Meski tingkat penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai sudah mulai meningkat.

 

Tercatat, pada bulan Maret kemarin, pihak bandara melayani sebanyak 605.133 penumpang dan 4.774 pergerakan pesawat udara.

 

Bila dibandingkan dengan bulan Februari lalu, untuk penumpang naik 56 persen serta diikuti kenaikan pada pergerakan pesawat udara 30 persen.

 

“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali periode Maret 2022 terdapat kenaikan positif jika di bandingkan pada periode Februari 2021, meskipun pada bulan tersebut terdapat penghentian penerbangan sementara tradisi Nyepi Saka 1943 tetap menunjukkan tren positif,” kata Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

 

Secara detail, periode Maret harian terbanyak yang dilayani pada penerbangan domestik yaitu 26.335 penumpang tanggal 25 Maret 2022 dan untuk penerbangan internasional 1.979 penumpang 28 Maret 2022 serta terdapat penghentian penerbangan sementara pada tanggal 3 Maret 2022 dalam mendukung tradisi Nyepi Saka 1944.

 

Untuk 3 rute keberangkatan terbanyak dilayani selama bulan Maret 2022, Jakarta 164.790 penumpang, Surabaya 40.544 penumpang dan Ujung Pandang 22.267 penumpang sedangkan 3 pada rute asal terbanyak Jakarta 155.616 penumpang, Surabaya 40.332 penumpang dan Ujung Pandang 22.079 penumpang. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/