alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tabanan Surplus Beras, Produksi per Tahun Mencapai 200 Ribu ton

TABANAN – Kabupaten Tabanan sebagai lumbung beras Bali menyumbang setidaknya sekitar 25 persen produksi beras di Bali.

Berdasar data yang himpun Jawa Pos Radar Bali di Dinas Pertanian Tabanan pada tahun 2017 lalu tercatat luas area tanam mencapai 37.896 hektare dengan jumlah produktivitas berasnya sekitar 211.174 ton gabah kering giling (GKG).

Kemudian setelah dilakukan pengolahan hingga menjadi beras yang benar-benar siap dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat menjadi 113.969 ton.

Itu pun masih mengalami penyusutan 1.789 ton. Sehingga total produksi beras yang tersedia untuk kebutuhan masyarakat Tabanan sebesar 112.179 ton. 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menyatakan  untuk produksi beras di Tabanan fluktuaktif dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca.

Baca Juga:  Tekan Polusi, Sentrik Solusinya

Biasanya musim hujan padi di Tabanan terserang hama tikus. Sedangkan pada musim kemarau terjadi masalah air menjadi kesulitan para petani.

Terlebih lagi cuaca yang tidak menentu sehingga itu yang membuat penyakit muncul pada tanaman padi. 

“Di Tabanan berbagai varietas tanaman padi yang ditanam yakni varietas ciherang, varietas cigelis, cibogo, inpari dan hibrida dan lainnya,” ujar Budana.

Budana menuturkan perihal kebutuhan beras di Tabanan saat ini sekitar 55.309 ton itu sudah termasuk dalam cadangan kebutuhan efektif.

Jika dihitung secara global dari angka produksi beras yang mencapai 112.179 ton, maka kondisi beras di Tabanan masih surplus.

Artinya masih ada kelebihan sisa beras produksi sebesar 56.879 ton. Kemudian rata-rata produksi beras pertahun mencapai 200.000 ton.

Baca Juga:  Pasar Ekspor Menjanjikan, Manggis Makin Dilirik Petani Buah Buleleng

Budana mengakui meskipun di Tabanan masih terjadi surplus beras, namun pihaknya tetap menargetkan jumlah produksi beras di Tabanan.

“Jika tahun 2017 lalu sebesar 211.174 gabah kering giling. Untuk tahun 2018 harus melebih dari tahun 2017,” jelasnya.

Saat ini jumlah produksi beras di Tabanan terbanyak di Kecamatan Penebel sedangkan terendah berada di Kecamatan Selemadeg Barat. 

“Harapan kedepan kami Tabanan dengan gudang beras di Pulau Dewata tetap mampu berperan dalam penyediaan pangan, khususnya beras nantinya,” pungkasnya.



TABANAN – Kabupaten Tabanan sebagai lumbung beras Bali menyumbang setidaknya sekitar 25 persen produksi beras di Bali.

Berdasar data yang himpun Jawa Pos Radar Bali di Dinas Pertanian Tabanan pada tahun 2017 lalu tercatat luas area tanam mencapai 37.896 hektare dengan jumlah produktivitas berasnya sekitar 211.174 ton gabah kering giling (GKG).

Kemudian setelah dilakukan pengolahan hingga menjadi beras yang benar-benar siap dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat menjadi 113.969 ton.

Itu pun masih mengalami penyusutan 1.789 ton. Sehingga total produksi beras yang tersedia untuk kebutuhan masyarakat Tabanan sebesar 112.179 ton. 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menyatakan  untuk produksi beras di Tabanan fluktuaktif dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca.

Baca Juga:  Ada yang Tertular, 24 Staf Dewan dan Dinas Pertanian Tabanan Di-swab

Biasanya musim hujan padi di Tabanan terserang hama tikus. Sedangkan pada musim kemarau terjadi masalah air menjadi kesulitan para petani.

Terlebih lagi cuaca yang tidak menentu sehingga itu yang membuat penyakit muncul pada tanaman padi. 

“Di Tabanan berbagai varietas tanaman padi yang ditanam yakni varietas ciherang, varietas cigelis, cibogo, inpari dan hibrida dan lainnya,” ujar Budana.

Budana menuturkan perihal kebutuhan beras di Tabanan saat ini sekitar 55.309 ton itu sudah termasuk dalam cadangan kebutuhan efektif.

Jika dihitung secara global dari angka produksi beras yang mencapai 112.179 ton, maka kondisi beras di Tabanan masih surplus.

Artinya masih ada kelebihan sisa beras produksi sebesar 56.879 ton. Kemudian rata-rata produksi beras pertahun mencapai 200.000 ton.

Baca Juga:  2017, Buleleng Surplus Beras

Budana mengakui meskipun di Tabanan masih terjadi surplus beras, namun pihaknya tetap menargetkan jumlah produksi beras di Tabanan.

“Jika tahun 2017 lalu sebesar 211.174 gabah kering giling. Untuk tahun 2018 harus melebih dari tahun 2017,” jelasnya.

Saat ini jumlah produksi beras di Tabanan terbanyak di Kecamatan Penebel sedangkan terendah berada di Kecamatan Selemadeg Barat. 

“Harapan kedepan kami Tabanan dengan gudang beras di Pulau Dewata tetap mampu berperan dalam penyediaan pangan, khususnya beras nantinya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/