alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Wabah Mereda, Kematian Babi di Tabanan Diklaim Turun Drastis

TABANAN – Kasus kematian babi masal yang terjadi di Tabanan diduga akibat African Swine Fever (ASF) diklaim mengalami penurunan.

Penurunan kematian populasi babi tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir. Data dari Dinas Peternakan Tabanan menyebut saat ini kematian babi sudah ada di level rendah yakni berkisar di angka empat ekor babi mati per hari.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Suamba, menutyrkan, secara akumulasi total kematian babi secara mendadak di Kabupaten Tabanan sudah mencapai 6.642 ekor.

Namun, jika dibandingkan kondisi sebelumnya, tren angka kematian babi ini sudah mulai mengalami penurunan dengan rata-rata mencapai 4 hingga 6 ekor per harinya.

“Sebelumnya bisa mencapai puluhan ekor babi mati dalam satu hari. Saat ini menurun drastis, hanya terjadi di sejumlah desa saja,” ucapnya.

Baca Juga:  Airlangga: Pemerintah Siapkan Ragam Skema Dukung Generasi Muda Berwirausaha

Suamba menuturkan, meski angka kematian babi ini sudah jauh menurun, namun kondisi tersebut tidak serta merta peternakan babi di Tabanan jauh dari ancaman virus.

Menurutnya, penurunan angka kematian babi ini lebih disebabkan karena jumlah populasi babi yang ada di masyarakat sudah jauh menurun dari sebelumnya.

“Karena jumlah populasi babi di Tabanan sudah menurun, membuat kematian babi ikut turun,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari pendataan sebelum perayaan Nyepi, pihaknya mendapati populasi babi di Tabanan tercatat sekitar lima ribu ekor. Namun saat ini, pihaknya belum mendata kembali.

Meski populasi babi di Tabanan mengalami penurunan, Suamba mengklaim kondisi ini tidak berdampak pada harga daging babi dan saat ini kata dia harga daging babi di pasaran stabil yakni Rp50 ribu per kilogram. 

Baca Juga:  Ratusan Babi Mati di Empat Kecamatan, Satu Terindikasi Suspect ASF


TABANAN – Kasus kematian babi masal yang terjadi di Tabanan diduga akibat African Swine Fever (ASF) diklaim mengalami penurunan.

Penurunan kematian populasi babi tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir. Data dari Dinas Peternakan Tabanan menyebut saat ini kematian babi sudah ada di level rendah yakni berkisar di angka empat ekor babi mati per hari.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Suamba, menutyrkan, secara akumulasi total kematian babi secara mendadak di Kabupaten Tabanan sudah mencapai 6.642 ekor.

Namun, jika dibandingkan kondisi sebelumnya, tren angka kematian babi ini sudah mulai mengalami penurunan dengan rata-rata mencapai 4 hingga 6 ekor per harinya.

“Sebelumnya bisa mencapai puluhan ekor babi mati dalam satu hari. Saat ini menurun drastis, hanya terjadi di sejumlah desa saja,” ucapnya.

Baca Juga:  Kualitas Beras Pascapanen Kurang Optimal, Hibahkan Mesin Pengering

Suamba menuturkan, meski angka kematian babi ini sudah jauh menurun, namun kondisi tersebut tidak serta merta peternakan babi di Tabanan jauh dari ancaman virus.

Menurutnya, penurunan angka kematian babi ini lebih disebabkan karena jumlah populasi babi yang ada di masyarakat sudah jauh menurun dari sebelumnya.

“Karena jumlah populasi babi di Tabanan sudah menurun, membuat kematian babi ikut turun,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari pendataan sebelum perayaan Nyepi, pihaknya mendapati populasi babi di Tabanan tercatat sekitar lima ribu ekor. Namun saat ini, pihaknya belum mendata kembali.

Meski populasi babi di Tabanan mengalami penurunan, Suamba mengklaim kondisi ini tidak berdampak pada harga daging babi dan saat ini kata dia harga daging babi di pasaran stabil yakni Rp50 ribu per kilogram. 

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Instruksikan Seluruh OPD Tingkatkan Koordinasi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/